Video Adegan Seks Avatar di Roblox Bikin Orang Tua Khawatir

Kabar Teknologi

Video Adegan Seks Avatar di Roblox Bikin Orang Tua Khawatir

Adi Fida Rahman - detikJabar
Sabtu, 07 Mar 2026 15:00 WIB
Konten Roblox
Konten Roblox (Foto: X.com/@PoppPulse)
Bandung -

Platform game online Roblox kembali jadi sorotan, karena menampilkan aktivitas seksual tiga avatar di dunia virtual buatan pengguna.

Video berdurasi 55 detik tersebut pertama kali diunggah oleh akun @PoppPulse di platform X pada 5 Maret 2026. Dalam unggahannya, akun tersebut menyoroti bagaimana Roblox-yang dikenal sebagai platform game populer di kalangan anak-anak-kembali mendapat kritik karena adanya konten yang dinilai tidak pantas.

Hingga Sabtu (8/3/2026) pagi, video tersebut telah ditonton lebih dari 2,6 juta kali dan memicu ribuan komentar dari warganet. Banyak pengguna media sosial mengaku terkejut karena konten semacam itu bisa muncul di platform yang banyak dimainkan anak-anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Game buat anak kecil kok bisa ada konten seperti ini?" tulis salah satu pengguna di kolom komentar. Ada juga netizen yang menyebut mereka merasa kecewa karena Roblox dinilai gagal menjaga lingkungan bermain yang aman bagi anak.

ADVERTISEMENT

Kontroversi ini juga memicu kekhawatiran dari para orang tua. Banyak yang mengaku baru mengetahui adanya konten semacam itu setelah video tersebut viral.

"Anak saya main Roblox hampir setiap hari. Setelah lihat video ini saya jadi khawatir," tulis seorang pengguna yang mengaku sebagai orang tua.

Beberapa pemain lama Roblox bahkan mengatakan bahwa fenomena seperti ini bukan sepenuhnya baru. Mereka menyebut adanya server privat atau game tertentu yang dikenal sebagai "condo games", tempat sebagian pemain melakukan roleplay yang mengarah pada konten dewasa.

Sistem Moderasi Roblox Dipertanyakan

Roblox merupakan platform yang mengandalkan user-generated content, di mana siapa saja dapat membuat game, dunia virtual, maupun pengalaman interaktif. Model ini membuat Roblox sangat kreatif, tetapi juga menghadirkan tantangan besar dalam moderasi konten.

Perusahaan sebenarnya telah melarang secara tegas segala bentuk konten seksual dalam Community Standards mereka. Pada Agustus 2025, Roblox memperbarui kebijakan dengan aturan yang lebih ketat, termasuk:

  • Melarang segala bentuk konten yang mengimplikasikan aktivitas seksual
  • Membatasi akses ke pengalaman "social hangout" bagi pengguna di bawah 17 tahun
  • Mendorong penggunaan age verification untuk fitur tertentu

Namun, kasus viral terbaru ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem moderasi yang digunakan platform tersebut.

Roblox sebelumnya mengklaim telah menggunakan AI moderasi otomatis serta tim moderator manusia untuk mendeteksi konten yang melanggar aturan. Selain itu, perusahaan juga menyediakan fitur parental control agar orang tua bisa mengatur aktivitas anak di platform.

Kontroversi ini menambah panjang daftar kritik terhadap Roblox dalam beberapa tahun terakhir. Platform tersebut sebelumnya juga menghadapi berbagai tuduhan terkait keamanan pengguna muda.

Beberapa negara bagian di Amerika Serikat dilaporkan mengajukan gugatan terhadap perusahaan terkait dugaan risiko grooming dan eksploitasi anak di platform tersebut. Sementara itu, regulator keamanan digital di Australia juga pernah menegur Roblox karena paparan konten eksplisit yang berpotensi diakses pengguna muda.

Hingga artikel ini ditulis, Roblox belum memberikan tanggapan resmi terkait video viral yang beredar di media sosial tersebut.

Artikel ini telah tayang di detikINET. Baca selengkapnya.

(afr/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads