Kota Bandung mengukuhkan posisinya sebagai daerah dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) paling maju di Jawa Barat. Predikat ini merujuk pada data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jabar tahun 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Jabar Stats (@jabarstats), IPM Kota Bandung menyentuh angka 84,66. Capaian tersebut menempatkan Kota Kembang di peringkat pertama dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, sekaligus melampaui rata-rata IPM provinsi yang berada di angka 75,90.
Sebagai informasi, IPM merupakan indikator krusial yang digunakan BPS untuk mengukur keberhasilan pembangunan manusia berdasarkan kualitas hidup. Terdapat tiga dimensi dasar yang menjadi parameter utama, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skor 84,66 membawa Kota Bandung masuk dalam kategori pembangunan manusia "Sangat Tinggi", yakni wilayah dengan nilai IPM minimal 80. Di Jawa Barat, status prestisius ini hanya diraih oleh empat daerah pada 2025. Selain Kota Bandung, terdapat Kota Bekasi (84,43), Kota Depok (84,43), dan Kota Cimahi (80,85).
Sementara itu, mayoritas daerah lain di Jawa Barat berada pada kategori "Tinggi" dengan rentang IPM 70 hingga di bawah 80, yang mencakup 22 kabupaten dan kota. Hanya satu daerah yang masuk kategori "Sedang" (IPM 60-70), dan tidak ada satu pun daerah yang menyandang status pembangunan manusia rendah.
Berikut adalah daftar 10 daerah dengan IPM tertinggi di Jawa Barat tahun 2025:
1. Kota Bandung: 84,66
2. Kota Bekasi: 84,43
3. Kota Depok: 84,43
4. Kota Cimahi: 80,85
5. Kota Bogor: 79,75
6. Kota Cirebon: 78,99
7. Kota Sukabumi: 78,23
8. Kabupaten Bekasi: 77,80
9. Kota Tasikmalaya: 76,59
10. Kabupaten Bandung: 75,58
Data tersebut memperlihatkan dominasi wilayah perkotaan dalam kualitas SDM. Dari sepuluh besar, hanya dua wilayah kabupaten yang berhasil masuk daftar, yakni Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bandung.
Secara umum, IPM Jawa Barat pada 2025 mengalami tren positif dengan mencapai angka 75,90. Nilai ini tumbuh 0,98 poin atau meningkat 1,31 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 74,92.
Dalam kurun waktu 2020 hingga 2025, IPM Jawa Barat mencatatkan pertumbuhan rata-rata 0,89 persen per tahun. Kenaikan ini didorong oleh penguatan di seluruh dimensi pembentuk IPM secara simultan.
Pada dimensi kesehatan, Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir di Jawa Barat kini mencapai 75,53 tahun. Artinya, bayi yang lahir pada 2025 memiliki estimasi usia hidup hingga lebih dari 75 tahun, meningkat 0,37 tahun dari periode sebelumnya.
Sektor pendidikan juga menunjukkan grafik meningkat. Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun ke atas mencapai 13,02 tahun, naik dari angka 12,80 pada 2024. Sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas berada di angka 9,14 tahun.
Angka RLS tersebut mengindikasikan rata-rata penduduk Jabar telah menempuh pendidikan hingga jenjang SMP. Sedangkan angka HLS memberikan sinyal positif bahwa generasi muda memiliki peluang mengenyam pendidikan hingga awal perguruan tinggi.
Terakhir, pada dimensi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan mencapai Rp12,45 juta per orang. Angka ini naik Rp0,29 juta atau 2,39 persen dibandingkan tahun lalu, yang menandakan adanya perbaikan daya beli masyarakat di Jawa Barat.
(tya/tya)











































