Spek Pesawat Bomber B-52 'BUFF' AS yang Sasar 1.700 Target di Iran

Spek Pesawat Bomber B-52 'BUFF' AS yang Sasar 1.700 Target di Iran

Yudha Maulana - detikJabar
Kamis, 05 Mar 2026 12:00 WIB
US Air Force B-52H Stratofortress bomber takes off from Andersen Air Force Base, Guam, May 4, 2018. Image courtesy Tech. Sgt. Richard Ebensberger / Pacific Air Forces Public Affairs. (Photo by Smith Collection/Gado/Getty Images)
Pesawat Pengebom AS, B-52H Stratofortress (Foto: Getty Images/Smith Collection/Gado)
Bandung -

Pesawat pengebom B-52 dikerahkan militer Amerika Serikat bersama Israel untuk menggempur Iran dalam operasi Epic Fury. Komando Pusat AS (CENTCOM) merilis, sejumlah pesawat B-52 itu digunakan dalam serangan-serangan terhadap Iran.

Dikutip dari af.mil, B-52 Stratofortress adalah pengebom strategis bertenaga jet jarak jauh subsonik Amerika. Pesawat ini dirancang dan dibangun oleh Boeing, yang telah dioperasikan oleh Angkatan Udara AS (USAF) sejak 1950-an.

Pesawat pengebom ini mampu membawa senjata hingga 32.000 kg dan memiliki daya jelajah lebih dari 8.800 mil (14.080 km) tanpa mengisi bahan bakar di udara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di awal masa operasinya, B-52 diberi julukan sayang "BUFF," yang menurut beberapa orang merupakan singkatan dari Big Ugly Fat Fellow (Si Gemuk Jelek Besar).

Performa yang unggul pada kecepatan subsonik tinggi dan biaya pengoperasian yang relatif rendah telah membuat B-52 tetap beroperasi meskipun sudah ada pesawat yang lebih maju, seperti pesawat berkecepatan Mach 2+ B-58 Hustler, Mach 3 B-70 Valkyrie yang dibatalkan, B-1 Lancer dengan sayap sapuan variabel, dan B-2 yang memiliki kemampuan siluman.

ADVERTISEMENT

Sedianya bomber 5-2 ini tujuan dibuatnya adalah untuk menjadi penangkal nuklir. Namun hingga sekarang, misi itu tak pernah dilakukan. Alih-alih misi tempur pertamanya adalah sebagai pengebom konvensional yang terjadi selama Perang Vietnam.

AS Targetkan 1.700 Target

Laporan CENTCOM menyebutkan bahwa pasukan AS telah menyerang lebih dari 1.700 target di berbagai wilayah Iran dalam 72 jam pertama Operasi Epic Fury, yang dimulai Sabtu (28/2) waktu setempat.

Angka itu melonjak dibandingkan laporan sebelumnya yang menyebut 1.200 target di Iran telah digempur pasukan AS dalam 48 jam pertama operasi.

Pemimpin Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengatakan pada Senin (2/3) bahwa CENTCOM akan menerima pasukan tambahan di kemudian hari.

CENTCOM, dalam laporannya, mengumumkan bahwa markas besar Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah dihancurkan selama serangan awal AS.

US Air Force B-52H Stratofortress bomber takes off from Andersen Air Force Base, Guam, May 4, 2018. Image courtesy Tech. Sgt. Richard Ebensberger / Pacific Air Forces Public Affairs. (Photo by Smith Collection/Gado/Getty Images)Pesawat B-52 Stratofortress (Photo by Smith Collection/Gado/Getty Images)

Target-target lainnya di Iran yang diklaim berhasil dihancurkan oleh serangan AS mencakup pusat komando dan kontrol Iran, markas besar gabungan IRGC, markas besar pasukan Angkatan Udara IRGC, sistem pertahanan udara terpadu, situs-situs rudal balistik, kapal-kapal Angkatan Laut Iran, kapal selam Angkatan Laut Iran, situs-situs rudal anti-kapal, dan kemampuan komunikasi militer Iran.

AS dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran sejak Sabtu (28/2). Dalam beberapa hari, pasukan kedua negara itu menyerang target-target di berbagai wilayah Iran, termasuk menargetkan rudal, angkatan laut, dan lokasi komando dan kendali militer negara tersebut.

Rentetan serangan itu menewaskan sejumlah tokoh penting dan pejabat tinggi Teheran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk.

Laporan terbaru Bulan Sabit Merah Iran menyebutkan bahwa sejauh ini, sedikitnya 787 orang tewas akibat gelombang serangan AS-Israel.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads