Riuh emak-emak mewarnai pembelian sembako murah di Ponpes Sa'adatuddaroin, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Rabu (4/3/2026). Mereka memadati setiap stan yang dihadirkan panitia.
Terlihat stan yang dihadirkan panitia menyediakan beras murah, minyak goreng, telur, hingga sayuran. Kebutuhan pokok tersebut dijual lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emak-emak terus memadati setiap stan yang ada. Mereka tampak berebut demi mendapatkan bahan pokok dengan harga miring.
Salah satu warga yang antusias, Euis Cahyati (55) asal Kampung Patrol, Desa Padamukti, Kecamatan Solokan Jeruk, mengatakan pasar murah ini sangat membantu di kala harga kebutuhan pokok melonjak. Menurutnya, selisih harga tersebut sangat berarti bagi masyarakat.
"Iya alhamdulillah tadi bisa beli beras harganya Rp 60 ribu. Kalau di pasar bisa sampai Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu," ujar Euis, kepada awak media.
Ia menginginkan kegiatan tersebut dilakukan setiap bulan agar masyarakat bisa menikmati harga bahan pokok di bawah harga pasaran.
"Dengan adanya pasar murah ini bagi kami masyarakat bisa ringan belanjanya. Harapannya bisa terus diselenggarakan pasar murah ini," katanya.
Sementara itu, warga lainnya asal Kampung Lauk Buyut, Desa Bojong Emas, Kecamatan Solokan Jeruk, Ucum Kumalasari (30) mengaku saat ini harga kebutuhan pokok tengah naik. Sehingga, keberadaan beras murah ini sangat meringankan beban warga.
"Alhamdulillah bisa dapet beras murah. Semoga bisa terus diselenggarakan kegiatan ini," jelasnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut harus dimanfaatkan oleh masyarakat. Apalagi, pasar murah jarang dilakukan di berbagai daerah.
"Iya tadi beli beras aja. Harganya tadi Rp 60 ribu. Biasanya yang 5 kg ini harganya Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu. Lumayan kan lebih murah, jadi harus bisa dimanfaatkan," ungkapnya.
Kegiatan ini diselenggarakan pihak pesantren untuk warga sekitar. Tujuannya, agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan dengan harga terjangkau.
"Hari ini kita melihat bagaimana fenomena kalau mau masuk akhir Ramadan itu pasti harga-harga akan tinggi. Karena kesadaran itu, sekaligus saya ini menggelar hari ini Pasar Murah atau dikatakan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga," ucap Wakil Ketua DPR RI sekaligus pemilik Ponpes Sa'adatuddaroin, Cucun Ahmad Syamsurijal.
Cucun menyebutkan saat ini telah mendengar adanya dugaan kelangkaan minyak goreng dan gula. Karena itu, dia langsung bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk melaksanakan bazar murah.
"Nah, saya ingin harga-harga ini tetap terjaga sampai akhir nanti Idulfitri, tidak ada gejolak yang sangat tinggi yang menjadi beban kepada masyarakat," kata Cucun.
Dalam kegiatan tersebut, pihak penyelenggara menyediakan 5.000 paket sembako murah bagi para ibu yang datang ke lokasi.
"Ya mudah-mudahan apa yang 5.000 paket ini bukan hanya di titik sini, nanti ada beberapa titik-titik lagi yang bisa menjangkau mendekati lebaran, bisa kita lakukan lagi beberapa event ini," bebernya.
Cucun mengimbau para pengusaha untuk tidak memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi. Hal tersebut ditegaskan agar masyarakat tetap bisa mendapatkan sembako sesuai harga eceran tertinggi (HET).
"Saya juga menghimbau kepada para pengusaha untuk tidak bermain-main, ya, menjadi spekulan, menimbun barang yang dibutuhkan oleh masyarakat. Ayo kita menggunakan hati, berbesar hati untuk membantu bagaimana masyarakat bisa menjangkau akan kebutuhan-kebutuhan pokoknya menjelang lebaran ini," pungkasnya.
(orb/orb)










































