Selat Hormuz kini semakin angker bagi kapal-kapal tanker pengangkut minyak dan gas. Garda Revolusi Iran mengingatkan, setiap kapal yang berusaha melewati jalur itu berisiko rusak akibat rudal atau drone.
"Saat ini, Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh Angkatan Laut Republik Islam," tegas pejabat Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mohammad Akbarzadeh, dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Fars dan dilansir AFP, Rabu (4/3/2026).
Selat Hormuz ditutup sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan gelombang serangan terkoordinasi terhadap Iran pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Iran membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selat Hormuz merupakan jalur perairan strategis yang menangani sekitar seperlima dari perdagangan minyak dunia dan volume ekspor gas alam cair yang signifikan dari Qatar dan Uni Emirat Arab. Sekitar 20 persen dari konsumsi minyak harian global -- sekitar 20 juta barel -- melewati koridor ini.
Pertempuran antara AS-Israel dan Iran itu berdampak pada harga minyak mentah global yang melonjak tajam. Pertempuran tersebut dan penutupan Selat Hormuz telah mengganggu pelayaran kapal-kapal tanker minyak di kawasan Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa (3/3) bahwa Angkatan Laut AS siap mengawal kapal-kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz. Trump menuturkan dirinya telah memerintahkan penyediaan asuransi risiko politik dan jaminan keuangan untuk perdagangan maritim yang melintasi kawasan Teluk.
"Jika diperlukan, Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal-kapal tanker melintas Selat Hormuz, sesegera mungkin," kata Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social.
"Apa pun yang terjadi, Amerika Serikat akan memastikan ALIRAN BEBAS ENERGI ke DUNIA. KEKUATAN EKONOMI dan MILITER Amerika Serikat adalah YANG TERHEBAT DI BUMI -- Tindakan lebih lanjut akan menyusul," sebut Presiden AS tersebut.
IRGC sebelumnya melaporkan pasukannya telah menyerang sebuah kapal tanker bahan bakar yang berasal dari negara sekutu AS di perairan Selat Hormuz, hingga memicu kebakaran pada kapal tersebut. Teheran menuduh kapal tanker itu berusaha melintasi Selat Hormuz "secara ilegal".
IRGC menyebut bahwa kapal tanker itu, yang bernama Athens Nova dan dimiliki oleh sekutu AS, dihantam dua drone tempur Iran. IRGC mengatakan dalam pernyataan pada Senin (2/3), bahwa kapal tanker itu masih terbakar di perairan Selat Hormuz.
Artikel ini telah tayang di detikNews
(yum/yum)










































