Jabar Buka Hotline Darurat untuk Warga di Timur Tengah

Jabar Buka Hotline Darurat untuk Warga di Timur Tengah

Bima Bagaskara - detikJabar
Selasa, 03 Mar 2026 19:31 WIB
Ilustrasi telepon darurat
Ilustrasi (Foto: Freepik/storyset).
Bandung -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka hotline khusus bagi warga Jabar yang berada di Timur Tengah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi dan keselamatan mereka tetap terpantau di tengah eskalasi konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Adi Komar mengatakan, Gubernur Dedi Mulyadi meminta pihaknya membuka kanal aduan khusus berupa hotline. Jalur komunikasi ini disiapkan agar warga Jabar di Timur Tengah memiliki akses langsung untuk melaporkan kondisi mereka.

"Yang ada di Timur Tengah sekarang sedang menjadi perhatian pemerintah. Khususnya Jawa Barat, Pak Gubernur juga concern terhadap hal itu, fokus terhadap keselamatan warga Jawa Barat yang ada di sana," ucap Adi, Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah awal yang diambil adalah membuka hotline sebagai ruang komunikasi dua arah. Layanan ini bukan sekadar nomor telepon, melainkan pintu masuk bagi laporan, permintaan bantuan, hingga informasi situasi terkini dari warga di lapangan.

"Untuk sementara disiapkan kanal aduan melalui hotline yang kami siapkan. Warga Jawa Barat yang ada di Timur Tengah bisa menyampaikan kondisinya, apa yang diperlukan. Nanti akan kami tindak lanjuti," kata Adi.

Hotline tersebut dikelola langsung oleh Diskominfo Jabar dengan nomor 0821-2603-0038. Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi dan, jika diperlukan, dikoordinasikan dengan instansi terkait hingga ke tingkat pemerintah pusat.

Di sisi lain, pendataan warga Jabar di Timur Tengah masih terus diperbarui. Tantangan yang dihadapi tidaklah ringan mengingat mereka tersebar di berbagai kota dan negara dengan latar belakang serta keperluan yang beragam.

"Jumlah masih terus update. Tantangannya, warga Jawa Barat di sana tersebar di beberapa kota dan negara," tutur Adi.

Ia menyebut, ada warga Jabar yang kini berada di sejumlah negara di Timur Tengah seperti Iran, Kuwait, hingga Yaman, dengan status beragam, mulai dari pekerja migran hingga pelajar yang tengah menempuh pendidikan.

"Bervariasi, ada yang bekerja, ada mahasiswa, ada juga yang sedang perjalanan umrah dan tertahan. Beberapa sudah menginformasikan kondisinya kepada kami," pungkas Adi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kemenhaj: 6.047 Jemaah Umroh Kembali ke Tanah Air"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads