'Merah-merah' di Leher Donald Trump, Apa Penyebabnya?

Kabar Internasional

'Merah-merah' di Leher Donald Trump, Apa Penyebabnya?

Novi Christiastuti - detikJabar
Selasa, 03 Mar 2026 17:15 WIB
US President Donald Trump was seen with a rash on his neck as he attended an event at the White House. (SAUL LOEB/AFP)
Presiden AS Donald Trump muncul ke publik dengan ruam merah di lehernya. (Foto: SAUL LOEB/AFP)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terlihat berbeda. Di lehernya terdapat merah-merah alias ruam. Hal ini menjadi perhatian publik.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan Donald Trump? Berikut ini penjelasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari detikNews, Donald Trump sendiri terlihat di sebuah acara di Gedung Putih, Senin (2/3) waktu setempat. Namun kehadirannya langsung menyita perhatian.

Sebab, Donald Trump terlihat merah pada bagian leher kanannya. Kesehatan sang presiden pun dipertanyakan.

ADVERTISEMENT

Sebuah foto yang dijepret fotografer AFP, menunjukkan ruam merah cukup besar dengan beberapa koreng berwarna cokelat yang menonjol terlihat jelas di atas kerah kemejanya, di sisi kanan leher presiden berusia 79 tahun tersebut.

Dokter kepresidenan AS, Sean Barbabella, memberikan penjelasan soal ruam merah itu, yang disebut disebabkan oleh perawatan "preventif".

"Presiden Trump menggunakan krim yang sangat umum di sisi kanan lehernya, yang merupakan perawatan kulit preventif, yang diresepkan oleh Dokter Gedung Putih," kata Barbabella dalam pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Selasa (3/3/2026),

"Presiden menggunakan perawatan ini selama satu minggu, dan kemerahan tersebut diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu," sebutnya.

Ruam merah itu terlihat saat seremoni pemberian Medali Kehormatan, setelah akhir pekan yang sibuk di mana Trump melancarkan serangan militer AS ke Iran.

Trump sebelumnya pernah terlihat dengan memar di tangannya, yang oleh Gedung Putih dikaitkan dengan penggunaan aspirin.

Penampakan ruam merah ini semakin menambah spekulasi yang beredar mengenai kesehatan Trump.

Presiden AS itu sebelumnya menjadi perbincangan publik ketika muncul di depan publik dengan memar di tangan, kemudian tangannya sempat dipasangi plester luka, lalu ada pembengkakan di kakinya, dan dalam beberapa momen, Trump tampak mengantuk selama menghadiri acara-acara publik.

Gedung Putih mengungkapkan pada musim panas lalu bahwa pembengkakan pada kaki Trump telah didiagnosis sebagai gejala insufisiensi vena kronis -- suatu kondisi umum di mana katup vena yang rusak memungkinkan darah mengumpul, menyebabkan pembengkakan, kram, dan perubahan kulit.

Artikel ini telah tayang di detikNews

(nvc/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads