Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Senin (2/3/2026). Mulai dari Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang belum bisa menjanjikan pemberian THR bagi PPPK Paruh Waktu, hingga empat nelayan Indramayu yang dilaporkan hilang usai perahunya ditabrak kapal tongkang.
Berikut rangkuman Jabar hari ini:
Farhan Tak Bisa Janji THR PPPK Paruh Waktu
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan angkat bicara soal nasib tunjangan hari raya (THR) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di wilayahnya. Ia mengisyaratkan belum bisa menyiapkan dana 'kadeudeuh' tersebut lantaran keterbatasan anggaran.
Kepada awak media, Farhan menjelaskan pemberian THR untuk PPPK paruh waktu masih terbentur aturan. Ia mengaku bakal berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat guna mencari celah anggaran.
"THR, bagaimana pun juga sebetulnya kan secara aturan nggak ada, tinggal masalah kebijakan. Saya akan berbicara dulu dengan Pemprov dan pemerintah pusat mengenai THR. Kalau THR untuk ASN, TNI-Polri kan udah pasti ada," katanya hari ini.
Jumlah PPPK paruh waktu di Kota Bandung mencapai 7.326 pegawai. Mereka resmi dilantik pada Oktober 2025.
Namun, Farhan menyebut mereka kemungkinan besar tidak akan menerima THR pada Lebaran 2026. Meski tengah diupayakan, ia enggan memberi harapan palsu terkait ketersediaan tunjangan tersebut.
"Khusus untuk PPPK paruh waktu, saya mohon maaf pisan (banget) belum bisa menjanjikan. Saya harus menghitung dulu koordinasi dengan Pemprov dan pemerintah pusat, baru nanti kemudian akan konsultasi dengan DPRD," bebernya.
Kendati demikian, Farhan menegaskan pihaknya terus mengupayakan formulasi anggaran THR bagi PPPK paruh waktu. Hal ini dilakukan demi memastikan kesejahteraan pegawai tetap terjamin saat hari raya.
"Yang lagi kita fokuskan PPPK paruh waktu, karena bagaimana juga kita ingin kesejahteraan tetap terjaga," pungkasnya.
Wanita di Sukabumi Tewas Terjebak Kebakaran
Seorang wanita paruh baya berinisial D ditemukan tewas mengenaskan setelah terjebak dalam kebakaran yang menghanguskan rumah panggungnya di Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, hari ini.
Korban yang diketahui merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tersebut ditemukan tidak bernyawa setelah api melumat habis bangunan kayu tersebut. Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.
Warga yang berada di lokasi kejadian menceritakan detik-detik mencekam saat api melahap rumah berukuran 4x6 meter tersebut.
Menurutnya, warga sempat panik karena mengetahui korban masih berada di dalam rumah saat api berkobar hebat dari arah kamar.
"Apinya cepat sekali merembet karena rumahnya dari kayu. Kami sudah coba siram pakai air seadanya, tapi tidak tertolong. Sedihnya, kami tahu Bu Dewi ada di dalam tapi api sudah terlalu besar," ungkap salah seorang warga di lokasi dengan nada getir.
Upaya warga memadamkan api dengan peralatan seadanya tak membuahkan hasil. Material rumah yang mudah terbakar membuat si jago merah dalam sekejap menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya.
Camat Pabuaran Ali Murtado membenarkan kejadian maut tersebut. Ia menyebut korban memang tinggal sendirian di rumah panggung tersebut.
"Korbannya meninggal dunia, informasinya beliau itu ODGJ. Saat kejadian korban memang sedang berada di rumah tersebut sendirian," ujar Ali saat dihubungi.
Ali menambahkan, korban sebenarnya memiliki anak yang sudah dewasa, namun mereka tidak tinggal satu atap.
"Korban memang punya anak, tapi sudah dewasa dan sudah berkeluarga (tinggal terpisah). Saat ini kasusnya sedang dalam pengkajian dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian," tambah Ali.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti munculnya api yang diduga berasal dari dalam kamar rumah korban tersebut.
Simak Video "Video: Sosok Try Sutrisno di Mata Para Tokoh"
(wip/mso)