Demi mempertimbangkan aspek keselamatan dan perlindungan dengan melihat situasi Timur Tengah yang kian memanas, Kementerian Agama (Kemenag) RI mengeluarkan imbauan resmi kepada calon jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat agar menunda keberangkatan sementara waktu.
Sekretaris Jenderal Pusat Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo) Muhammad Iqbal Muhajir mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan informasi tersebut.
"Iya, kami menerima surat dari Kementerian Luar Negeri terkait penundaan umrah, begitu juga himbauan dari Kementerian Haji," kata Iqbal saat ditemui detikJabar di Kantor Noorbika Tours, Panyileukan, Kota Bandung, Senin (2/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Iqbal menyesalkan pernyataan yang dikeluarkan Kemenag RI yang meminta penundaan perjalanan umrah ini.
"Kami memahami mereka, namun kami sesalkan Kementerian Haji ini kenapa buat statement harus ditunda. Padahal pikirkan nasib kita-kita yang sudah bayar hotel, bayar visa, bayar bus, bayar pesawat, siapa yang akan tanggung jawab?" ungkapnya.
Menurut Iqbal, pernyataan yang dikeluarkan Wakil Menteri Agama membuat para pengusaha travel resah.
"Statement Pak Wamen itu membuat resah travel-travel, karena sampai saat ini alhamdulillah empat penerbangan masih lanjut ke Saudi, Garuda, Lion, sama Hainan itu masih terbang. Sehingga statement dari Pak Wamen itu sehingga membuat jemaah makin panik, gitu," ungkapnya.
Menurut Iqbal, bukan perkara mudah menunda perjalanan umrah ini karena para pengusaha sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
"Yang kami pikirkan ini bagaimana nasib travel-travel kami ini yang sudah bayar semua? Siapa yang akan tanggung jawab kalau harus ditunda? Lebih baik berangkat langsung, toh empat maskapai juga masih terbang terus," terangnya.
Iqbal menyebut, maskapai yang memiliki rute dekat ke Iran atau di luar empat maskapai yang disebutkan memang menutup penerbangan.
"Jadi begini, yang ditutup itu penerbangan yang lewat tengah, dekat ke Iran. Qatar, Etihad, Emirates, Oman, Kuwait, itu semua tutup penerbangan. Tapi penerbangan yang direct, itu masih bisa terbang, Garuda, Saudi, Lion, sama Hainan," pungkasnya.
Simak Video "Video: 2 Orang di Ramat Gan Israel Tewas Akibat Rudal Iran"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/mso)











































