Apa yang Terjadi pada Tubuh Setelah 12 Jam Puasa?

Langkah Emas Raih Kemenangan

Apa yang Terjadi pada Tubuh Setelah 12 Jam Puasa?

Firyal Hanan Maulida - detikJabar
Senin, 02 Mar 2026 00:05 WIB
Ilustrasi Puasa
Ilustrasi puasa. (Foto: Shutterstock)
Bandung -

Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh setelah berpuasa selama 12 jam? Banyak orang hanya merasa lapar dan lemas, tetapi pada kenyataannya, ada proses penting yang sedang berlangsung di dalam tubuh. Di tahap ini, tubuh mulai menyesuaikan diri dengan perubahan jumlah energi yang masuk dan memicu proses alami yang memengaruhi cara tubuh mengolah energi.

Setelah sekitar 12 jam tidak makan, cadangan gula dalam tubuh mulai berkurang dan tubuh mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi. Ini adalah awal dari perubahan metabolisme yang biasanya terkait dengan manfaat kesehatan, mulai dari menurunkan berat badan hingga meningkatkan fungsi sel. Lalu, apa saja proses yang terjadi secara rinci di dalam tubuh? Mari kita bahas lebih lanjut.

Fase yang Dilalui Tubuh Saat Puasa

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternyata saat puasa, tubuh melewati beberapa tahap biologis yang bermanfaat untuk kesehatan. Mulai dari proses membersihkan tubuh hingga proses pemulihan, berikut tahap-tahap yang terjadi di dalam tubuh ketika seseorang menjalankan puasa.

0-4 Jam: Tubuh Menggunakan Energi dari Makanan Terakhir

ADVERTISEMENT

Di awal tahap ini, tubuh masih dalam keadaan kenyang secara metabolik, di mana glukosa dari makanan menjadi sumber tenaga utama, dan hormon insulin bekerja aktif untuk membantu sel menyerap tenaga tersebut. Pada tahap ini, tubuh belum benar-benar memasuki kondisi puasa karena masih menggunakan bahan bakar yang baru saja dikonsumsi. Itulah sebabnya, di pagi hari kita umumnya masih merasa cukup berenergi dan belum merasakan perubahan energi yang terasa nyata.

4-8 Jam: Tubuh Mulai Mengambil Cadangan Energi

Saat kadar gula darah mulai turun, tubuh langsung mengambil energi yang tersimpan di hati dalam bentuk glikogen. Glikogen ini adalah cadangan energi yang siap digunakan, dan dibuat untuk mengatasi kondisi ketika tidak ada makanan yang masuk. Glikogen kemudian diubah menjadi glukosa agar otak dan otot tetap bisa bekerja dengan baik. Pada tahap ini, beberapa orang mungkin mulai merasa ada tanda-tanda lapar, tetapi sebenarnya tubuh masih dalam kondisi yang stabil karena sedang beralih dari menggunakan energi dari luar (makanan) ke energi dari dalam (cadangan tubuh).

8-12 Jam: Metabolic Switching

Setelah tidak makan selama 8-12 jam, cadangan glikogen dalam tubuh mulai berkurang, dan tubuh memulai proses yang disebut metabolic switching, yaitu peralihan dari menggunakan gula sebagai sumber energi utama ke lemak. Pada tahap penting ini, tubuh mulai mengubah lemak yang tersimpan menjadi asam lemak, yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Hal ini juga membantu menghemat energi agar prosesnya tetap efisien. Kondisi ini bukan berarti tubuh lelah, melainkan tanda bahwa tubuh sedang beradaptasi secara alami. Secara biologis, manusia memang dibuat bisa bertahan tanpa makan dalam jangka waktu tertentu.

Manfaat yang Terjadi pada Tubuh saat Puasa

Berikut ini yang terjadi pada tubuh saat menjalani puasa:

Proses Perbaikan Sel Mulai Aktif

Puasa bisa memicu proses alami di dalam tubuh yang dinamakan autophagy, yaitu cara sel membersihkan dan mengubah ulang bagian-bagian yang sudah rusak agar tetap bekerja dengan baik. Dengan memberi jeda makan kurang lebih 12 jam, tubuh mulai mendapat tanda untuk mengaktifkan proses pemeliharaan tersebut. Aktivasi autophagy tidak hanya membantu memperbaiki sel-sel tubuh, tetapi juga terkait dengan penurunan risiko beberapa penyakit kronis dan membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Sistem Pencernaan Beristirahat

Memberi jeda sekitar 12 jam tanpa makan bisa membantu Migrating Motor Complex (MMC) bekerja dengan optimal, yaitu gelombang aktivitas pencernaan yang bertugas membersihkan sisa makanan dan bakteri dari usus halus. Proses ini membantu menjaga kesehatan perut, mengurangi perut kembung, serta membuat proses pencernaan bekerja lebih baik saat berpuasa.

Peradangan Berkurang

Pembatasan waktu makan terbukti mampu mengurangi peradangan berkepanjangan yang terkait dengan risiko tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang buruk, serta peningkatan tanda-tanda peradangan. Dengan memberi waktu istirahat pada sistem metabolisme, tubuh bisa kembali seimbang dalam merespon peradangan dan menjaga kesehatan secara maksimal.

Kadar Gula Darah Mulai Stabil

Beberapa jam setelah makan, tubuh mulai menggunakan cadangan glukosa sebagai sumber energi utama, sedangkan kadar insulin perlahan berkurang. Penurunan kadar insulin ini membuat tubuh lebih peka terhadap hormon tersebut, dan dalam waktu yang lama bisa membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil serta mengurangi risiko ketidakpekaan terhadap insulin, sehingga memperkuat kesehatan metabolisme secara umum.

Penurunan Berat Badan

Puasa 12 jam membantu mengurangi kebiasaan makan malam terlalu larut dengan membatasi waktu makan, sehingga kalori yang masuk ke tubuh setiap hari berkurang tanpa perlu mengikuti pola makan yang terlalu ketat. Mengurangi kalori secara perlahan bisa membantu menurunkan berat badan yang lebih stabil dan berkelanjutan, sementara pendekatan yang tidak ekstrem membuat banyak orang lebih mudah menjaga kebiasaan ini dalam jangka panjang.

Setelah berpuasa selama 12 jam, tubuh mulai menggunakan energi yang tersimpan sehingga kita tetap bisa melakukan kegiatan sehari-hari tanpa merasa lemas. Puasa bukan sekadar menghindari makan, tetapi juga kesempatan bagi tubuh untuk memperbaiki diri dan menjaga daya tahan sepanjang hari.

Halaman 2 dari 2
(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads