Warga Cianjur di UEA Rasakan Dampak Perang AS-Israel Vs Iran

Warga Cianjur di UEA Rasakan Dampak Perang AS-Israel Vs Iran

Ikbal Selamet - detikJabar
Minggu, 01 Mar 2026 19:51 WIB
Smoke rises following an explosion, after Israel and the U.S. launched strikes on Iran, in Tehran, Iran, March 1, 2026. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY     TPX I
Israel Lanjutkan Gelombang Serangan, Langit Teheran Dipenuhi Asap. (Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
Cianjur -

Warga Cianjur di Timur Tengah resah dengan terjadinya keterangan serta saling sereng antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Bahkan keluarga di tanah air berharap agar para pekerja migran dipulangkan selama ketegangan berlangsung.

Repsa Munihara (30), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cianjur, mengaku tempatnya bekerja sebagai assisten rumah tangga di Uni Emirat Arab (UEA) berdekatan dengan lokasi pangkalan militer Amerika Serikat yang menjadi sasaran rudal Iran.

"Jarak antara rumah tempat saya bekerja sekitar 1 kilometer dengan lokasi serangan, jadi terasa dampaknya," kata Repsa saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (1/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, kaca di rumah tempatnya bekerja bergetar usai rudal Iran meledak di pangkalan militer AS. "Suara ledakan terdengar keras, kaca jendela juga bergetar keras," ungkapnya.

Dia mengaku selama serangan terjadi, dirinya dan beberapa WNI yang bekerja di lingkungan tersebut merasa panik. Apalagi rudal yang ditembakkan sangat banyak.

ADVERTISEMENT

"Banyak yang ditembakkannya. Di langit rudal yang melintas banyak, khawatir ada yang jatuh di dekat dan meledakkan sekitaran kami," jelasnya.

Menurutnya, para WNI yang bekerja kini diselimuti ketakutan berharap bisa dipulangkan. "Jelas takut, ditenang-tenang juga tidak bisa. Malam sampai tidak bisa tidur. Inginnya bisa dipulangkan," ucapnya.

Senada, Asep Suryana (40), mengharapkan pemerintah bisa segera memulangkan istrinya yang tengah bekerja di UEA. Pasalnya keluarga di Cianjur khawatir dengan keselamatannya.

"Begitu tahu ada perang dan saling serang antara Iran dengan Israel dan AS, langsung berusaha ngontak istri. Baru dapat kabar malam hari, katanya di sana sedang panik. Keluarga juga di sini jadinya resah," kata Asep.

"Kami berharap ada langkah dari pemerintah untuk memulangkan keluarga yang ada di daerah yang konflik tersebut," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, AS dan Israel menyerang wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) kota Iran. Kompleks kediaman pemimpin tertinggi Iran Khamenei di Teheran disebut telah dijatuhkan puluhan bom. Khamenei beserta sejumlah petinggi militer Iran tewas karena serangan ini.

Iran lantas melakukan serangan balasan kepada AS dan Israel. Serangan balasan ini berdampak ke beberapa negara Timur Tengah seperti Bahrain, Qatar hingga Uni Emirat Arab (UEA). Negara-negara itu terdampak karena ada pangkalan militer atau aset militer AS di sana.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads