Bencana alam pergerakan tanah melanda wilayah Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Akibat kejadian ini, sebanyak 312 jiwa terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman setelah retakan tanah terus meluas dan membesar.
Kepala Desa Bantargadung, Uus Amrullah mengungkapkan bahwa gejala awal pergerakan tanah ini sebenarnya sudah mulai dirasakan warga sejak awal bulan puasa. Namun, intensitas retakan mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.
"Terjadinya sekitar 5 hari, 5 hari kemarin, Pak. Ketika ditinjau pertama belum seberapa gitu retakan. Kedua, nambah lagi. Ketiga, malah sekarang nambah retakannya nambah besar," kata Uus saat dikonfirmasi, Minggu (1/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Uus, meskipun awalnya retakan terlihat biasa saja, namun pergerakan tanah terus terjadi secara bertahap setiap harinya.
"Ada retakan itu awalnya kayak biasa gitu, Pak. Sehari, dua hari semakin meningkat juga gitu, Pak, retakannya. Sampai sekarang itu masih, masih bergerak gitu tanahnya," jelasnya.
Berdasarkan data pemerintah desa, total terdapat 100 Kepala Keluarga (KK) dengan total 312 jiwa yang terdampak langsung oleh bencana ini. Demi keamanan, pihak desa telah memastikan seluruh warga yang terancam sudah dikosongkan dari rumah mereka.
"Hari ini semua sudah dievakuasi, Pak, ke tempat yang aman, ke tenda-tenda," tutur Uus.
Untuk lokasi pengungsian, sebagian warga memilih menempati tenda darurat yang telah disiapkan oleh BPBD, sementara sebagian lainnya memilih untuk mengungsi ke rumah kerabat mereka yang lebih aman.
"Sebagian ada di tenda darurat, sebagian di saudaranya," pungkasnya.
Sementara itu, Daeng Sutisna Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi membenarkan pihaknya telah melakukan pemasangan tenda darurat di beberapa titik yang terdampak bencana pergerakan tanah.
"BPBD telah melakukan pemasangan tenda untuk pengungsian warga yang terdampak bencana gerakan tanah di wilayah Kecamatan Bantargadung sebanyak 6 unit tenda jenis family terpasang dan 4 unit di siagakan di Kantor desa, guna mengantisipasi ketika tenda yang terpasang kurang," ungkap Daeng.
Daeng juga menjelaskan selain mengisi tenda darurat beberapa korban terdampak juga ada yang mengungsi di sanak saudara dan juga ada yang mengontrak di lokasi yang lebih aman.
