Ternyata Risiko Buka Alas Kaki di Pesawat Sebesar Itu

Ternyata Risiko Buka Alas Kaki di Pesawat Sebesar Itu

Nyimas Amrina Rosada - detikJabar
Minggu, 01 Mar 2026 19:00 WIB
Ilustrasi pesawat
Ilustrasi Kabin pesawat (Getty Images/Jasmin Merdan)
Bandung -

Seorang pramugari membeberkan alasan mengapa penumpang dianjurkan tetap mengenakan alas kaki selama berada di dalam pesawat. Selain berkaitan dengan aspek kebersihan, kebiasaan tersebut juga dinilai penting demi keselamatan, khususnya dalam kondisi darurat.

Dalam penerbangan, terutama jarak jauh, sebagian penumpang kerap melepas sepatu atau sandal demi merasa lebih nyaman. Namun, kebiasaan itu ternyata tidak disarankan oleh awak kabin karena dinilai menyimpan sejumlah risiko yang sering kali tidak disadari.

Mengutip Travel+Leisure, Selasa (24/2/2026), mantan pramugari sekaligus pemilik Adventuresque Travel Boutique, Natalia Yepes, menjelaskan bahwa faktor kebersihan kabin, kesehatan, hingga keselamatan penumpang menjadi pertimbangan utama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada pertimbangan higienis. Bayangkan ada berapa ratus orang yang duduk dan menaiki pesawat tersebut. Petugas kebersihan hanya punya waktu 10 menit untuk bersih-bersih. Mereka tidak akan fokus pada kuman tetapi hanya menjaga pesawat tetap terlihat bersih secara estetika," kata Yepes.

Ia menjelaskan, tim kebersihan umumnya hanya membersihkan serpihan atau sampah berukuran besar di dalam kabin. Lantai pesawat, termasuk area di bawah kursi dan lorong, tidak selalu disterilkan setiap kali penerbangan selesai. Kondisi ini memungkinkan adanya kuman yang tak kasatmata menempel di berbagai sudut kabin.

ADVERTISEMENT

Pandangan serupa diungkapkan penasihat perjalanan sekaligus mantan pegawai maskapai, Kerwin McKenzie. Ia menilai area paling berisiko bagi penumpang yang melepas alas kaki adalah toilet pesawat.

Menurutnya, lantai toilet pesawat memiliki tingkat kebersihan yang sangat rendah, bahkan bisa lebih buruk dari perkiraan banyak orang. Berjalan tanpa alas kaki di area tersebut, lalu kembali mengenakan sepatu, berpotensi membawa kuman hingga ke rumah.

"Saya pernah bekerja di landasan dan membersihkan toilet pesawat. Toilet itu menjijikkan. Penumpang tidak boleh sekali pun masuk ke toilet pesawat tanpa alas kaki, dan yang terburuk adalah ketika memasukkan kaki ke dalam sepatu saat turun pesawat, penumpang bisa saja membawa pulang kuman bersama mereka," kata dia.

McKenzie juga menyarankan agar penumpang selalu membersihkan tangan setelah keluar dari toilet maupun setelah menyentuh bagian-bagian seperti gagang pintu, bidet, atau wastafel. Langkah tersebut penting untuk meminimalkan risiko perpindahan kuman.

Baik Yepes maupun McKenzie sepakat bahwa area lantai dan kolong kursi termasuk bagian kabin yang kerap terlewat dari pembersihan menyeluruh, sehingga berpotensi menjadi tempat berkumpulnya bakteri.

Di luar persoalan kebersihan, melepas alas kaki juga dapat dianggap kurang sopan oleh penumpang lain, apalagi jika menimbulkan aroma tak sedap yang mengganggu kenyamanan sekitar.

"Hal itu (membuka alas kaki) mungkin bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman, terlebih jika meninggalkan bau yang mengganggu," kata Yepes.

Ia menambahkan, dalam situasi darurat seperti evakuasi mendadak, penumpang yang tidak mengenakan alas kaki bisa memperlambat proses penyelamatan. Selain itu, kaki yang tidak terlindungi berisiko mengalami cedera ketika harus melewati permukaan kasar atau puing-puing.

"Jika terjadi keadaan darurat dan penumpang tiba-tiba harus dievakuasi, sebaiknya bersiaplah untuk memakai alas kaki," kata dia.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads