4 Jenis Kalajengking Terbesar di Dunia, Ada yang Panjangnya 1 Meter

Dian Nugraha Ramdani - detikJabar
Minggu, 01 Mar 2026 07:00 WIB
Ilustrasi kalajengking (Foto: (iStock))
Bandung -

Kalajengking bukan serangga, dia adalah arachnida, sama seperti laba-laba. Hewan kecil ini identik dengan bisa dan biasanya bersembunyi di balik batu atau pasir gurun. Namun, tak banyak yang tahu bahwa sebagian spesies kalajengking bisa tumbuh dalam ukuran 'jumbo'. Seperti kejadian di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Dilansir detikJabar, suasana sahur di Perumahan Frinanda Bhayangkara, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mendadak mencekam. Seekor kalajengking berukuran jumbo sebesar telapak tangan orang dewasa tiba-tiba masuk ke rumah warga, memicu kehebohan di waktu sahur pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 03.45 WIB.

Di dalam sejarah purba Bumi, ada kalajengking yang panjang tubuhnya mendekati ukuran lengan manusia dewasa. Situs San Diego Zoo bahkan melaporkan, di zaman purba seekor kalajengking laut bahkan bisa mencapai panjang 3,3 kaki (1 meter).

Lantas, apa saja jenis kalajengking terbesar yang pernah tercatat? Di mana merek hidup? Seberapa berbahaya sengatannya? Simak artikel ini yuk!

4 Jenis Kalajengking Jumbo yang Pernah Ada di Bumi

Artikel ini merangkum fakta-fakta mengenai kalajengking jumbo dari sejumlah sumber, termasuk di antaranya situs-situs yang membahas khusus tentang kalajengking, seperti Australian Museum, San Diego Zoo, serta kajian paleontologi yang dipublikasikan Portal Sains.

1. Kalajengking Hutan Raksasa

Kalajengking Hutan Raksasana atau Giant Forest Scorpion punya nama ilmiah Heterometrus swammerdami. Namanya ada nuansa Indianya ya? Ini merupakan salah satu kalajengking terbesar yang masih hidup saat ini. Spesies ini disebut sebagai kalajengking terbesar di dunia yang masih eksis.

Menurut berbagai catatan ilmiah, panjang tubuhnya bisa mencapai sekitar 23 sentimeter, bahkan ada laporan spesimen yang lebih panjang jika diukur dari capit hingga ujung ekor. Kalajengking ini hidup di wilayah hutan tropis yang lembap, terutama di India dan kawasan Asia Selatan.

Meski ukurannya besar dan tampilannya tampak agresif, tingkat bahayanya terhadap manusia relatif rendah. Sengatannya memang menimbulkan rasa sakit, tetapi tidak tergolong mematikan bagi orang dewasa yang sehat. Kalajengking ini lebih mengandalkan capit besar dan kuat untuk melumpuhkan mangsanya.

2. Kalajengking Batu Pipih

Kalajengking jumbo berikutnya berasal dari Afrika bagian selatan, yakni Kalajengking Batu Pipih atau Flat Rock Scorpion (Hadogenes troglodytes). Spesies ini dapat tumbuh hingga sekitar 20 sentimeter. Habitatnya berada di daerah berbatu dan kering di Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, hingga Mozambik.

Mereka biasa bersembunyi di celah-celah batu pada siang hari dan aktif berburu pada malam hari. Berdasarkan informasi dari lembaga zoologi internasional, meskipun berukuran besar, racunnya tidak termasuk kategori sangat berbahaya bagi manusia. Sengatannya umumnya menimbulkan nyeri lokal.

Spesies ini masih hidup hingga kini dan menjadi salah satu kalajengking terbesar yang dapat ditemukan di alam liar.




(iqk/iqk)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork