Makna Mendalam di Hari Ulang Tahun ke-56 Walkot Bandung M Farhan

Makna Mendalam di Hari Ulang Tahun ke-56 Walkot Bandung M Farhan

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 25 Feb 2026 21:40 WIB
Wali Kota Bandung M Farhan
Wali Kota Bandung M Farhan. (Foto: istimewa)
Bandung -

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merayakan hari ulang tahun ke-56 pada Rabu (25/2/2026). Di hari jadinya tersebut, Farhan merasakan makna mendalam seiring usianya yang kini telah menginjak fase matang.

Saat berbincang dengan detikJabar, Farhan bersyukur bisa menjalani usia ke-56 tahun. Namun di sisi lain, Farhan tengah diselimuti duka setelah sang ibunda, Nani Rubiyani, tutup usia pada pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah, di usia ke-56 ini saya mendapatkan banyak sekali berkah. Walaupun saya kehilangan jimat saya, ibunda saya wafat minggu lalu, tetapi ini makin mendewasakan, makin mematangkan saya," katanya saat ditemui di Pendopo Kota Bandung.

Di hari ulang tahunnya ini, Farhan juga genap setahun memimpin Kota Bandung. Ia menyadari setahun kepemimpinannya diwarnai berbagai dinamika. Meski demikian, ia berkomitmen untuk tetap terbuka menerima masukan hingga kritik dari warga.

ADVERTISEMENT

"Apa yang terjadi di Kota Bandung di bawah kepemimpinan saya selama setahun terakhir ini juga menunjukkan sebuah proses pematangan yang luar biasa. Kritik itu sangat membantu saya untuk bisa berkembang," ungkapnya.

"Sekarang pun, bagaimana pun juga, kita tetap menjadikan Kota Bandung sebagai kota yang kritis. Jangan menjadi kota yang terlena. Inilah yang membuat saya semangat terus untuk berada di kota Bandung di usia yang ke-56 ini. Jadi saya juga mesti siap-siap, karena di akhir masa jabatan saya sudah resmi jadi lansia. Empat tahun lagi, kan, yah," tuturnya seraya melemparkan candaan.

Farhan memiliki cita-cita besar untuk menjadikan Kota Bandung sebagai barometer Indonesia. Ia berharap program-program di Kota Kembang nantinya dapat menjadi solusi bagi penyelesaian permasalahan di tingkat nasional.

"Sehingga hubungan kita dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat itu akan makin kita matangkan. Jadi apa yang dibikin di Bandung ini sebetulnya adalah bagian dari apa yang bisa dicapai dalam RPJMN. Pada saat bersamaan, saat ini kita juga mulai menjangkau kerjasama-kerjasama internasional," tuturnya.

Meski demikian, Farhan menyadari ambisi tersebut menghadapi tantangan berat. Salah satu yang paling krusial menurutnya adalah dinamika kasus korupsi yang membayangi Kota Bandung selama beberapa tahun terakhir.

Ia membeberkan, pada 2021, Kota Bandung kehilangan Wali Kota Oded M. Danial yang wafat saat menjabat. Kemudian pada 2023, Wali Kota Yana Mulyana terjaring OTT KPK, yang disusul penetapan tersangka terhadap Ema Sumarna yang kala itu menjabat Sekda dan sempat menjadi Pelaksana Harian (Plh) hingga Penjabat (Pj) Wali Kota.

Lalu pada setahun kepemimpinannya, Farhan mengakui adanya badai masalah hukum yang kembali menerjang. Wakilnya, Erwin, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Kota Bandung atas dugaan penyalahgunaan wewenang terkait modus permintaan proyek di lingkungan Pemkot Bandung.

"Jadi, dari tahun 2021 sampai Februari 2025, tata kelola Kota Bandung teh sifatnya ad-hoc semua. Sementara, sementara. Jadi, aya butuh waktu sekitar setahun untuk kemudian merapikan semua tata kelola ini," katanya.

"Ada badai? Ada. Badai hukum malah dan itu sangat memukul saya. Tapi apa boleh buat, ita tetap harus berlayar, tidak boleh berhenti. Itu kira-kira," pungkasnya.

(ral/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads