Abrasi Giring Perahu hingga ke Tepi Jalan di Batukaras

Abrasi Giring Perahu hingga ke Tepi Jalan di Batukaras

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Selasa, 24 Feb 2026 19:15 WIB
Kondisi perahu yang bersandar di bahu jalan
Kondisi perahu yang bersandar di bahu jalan (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar)
Pangandaran -

Pemandangan tidak biasa terlihat di dekat Pantai Batukaras, tepatnya sebelum Tanjakan Eras. Lokasi tersebut kini menjadi tempat penyandaran perahu nelayan.

Kondisi abrasi memaksa puluhan nelayan menyandarkan perahu mereka hingga ke tepi jalan. Akibatnya, haluan perahu yang menjorok ke badan jalan menghalangi pengguna jalan yang melintas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses umum menuju Pantai Batukaras. Pengguna jalan hingga wisatawan pun harus ekstra hati-hati saat melintas, karena kini kendaraan bermotor hanya bisa melintas secara terbatas di jalan itu.

Meski dalam suasana bulan suci Ramadan, situasi Pantai Batukaras tetap ramai oleh turis asing. Lokasi ini memang telah lama menjadi destinasi favorit bagi warga negara asing (WNA) di Kabupaten Pangandaran.

ADVERTISEMENT

Abrasi air laut di area penyandaran perahu nelayan terjadi di sepanjang bagian timur Batukaras. Kondisi tersebut membuat para nelayan was-was perahu mereka akan terseret ombak jika tetap disandarkan di bibir pantai.

Kepala Desa Batukaras, Hadi Somantri, membenarkan bahwa saat ini ada beberapa perahu yang menghalangi jalan menuju blok Legokpari atau objek wisata pantai.

Karena menghalangi pengguna jalan, Hadi menyatakan pihaknya akan segera berkomunikasi dengan para nelayan yang terdampak.

"Dengan nelayan nanti akan dibahas sambil buka puasa bersama," kata Hadi melalui pesan WhatsApp, Selasa (24/2/2026).

Selain menertibkan perahu nelayan yang berserakan, Pemerintah Desa (Pemdes) juga berencana menata para pedagang di destinasi wisata Batukaras.

"Kami juga akan menertibkan pedagang, karena pedestrian dan trotoar tidak hanya ditempati perahu, tetapi juga diisi pedagang," ucap Hadi.

Menurutnya, solusi agar nelayan dapat melaut dengan aman dan menyandarkan perahu dengan tenang adalah pembangunan pemecah ombak dan dermaga.

"Kalau tetap seperti ini, nelayan pasti was-was. Bahkan sekarang banyak nelayan yang memilih memutar ke Sungai Cijulang untuk memarkirkan perahunya di sana," tambahnya.

Alternatif lainnya, lanjut Hadi, mereka menarik perahu ke darat dan memarkirnya di halaman rumah yang luas. "Bagi yang tidak mau repot, mereka menarik perahu ke pesisir hingga menyentuh trotoar," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait penataan Pantai Batukaras kepada pedagang dan nelayan.

"Kesepakatannya kemarin, pedagang siap ditertibkan dan ditata setelah Lebaran nanti. Sementara untuk perahu nelayan yang berjumlah 33 unit yang biasa masuk ke badan jalan, itu juga akan kita tertibkan," ucapnya.

Menurut Citra, pemerintah akan berupaya menuntaskan penertiban perahu yang memakan badan jalan sebelum Lebaran agar tidak mengganggu arus lalu lintas wisatawan saat libur Idulfitri.

Terkait lokasi baru bagi pedagang, pihak pemerintah daerah akan berdiskusi kembali dan meminta izin kepada pihak Provinsi.

"Rencananya Pemerintah berencana menguruk lahan untuk menempatkan perahu, dan kami juga akan menyediakan lahan bagi para pedagang," katanya.

Selain penyediaan lahan, Pemkab Pangandaran berencana membangun kios bagi pedagang dengan ukuran 4x4 meter. Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk penertiban dan pembangunan kios tersebut mencapai Rp1,5 miliar.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads