Ratusan Sekolah di Pangandaran Serentak Ditanami Jagung

Ratusan Sekolah di Pangandaran Serentak Ditanami Jagung

Aldi Nur Fadilah - detikJabar
Rabu, 18 Feb 2026 18:30 WIB
Ribuan siswa mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP di Kabupaten Pangandaran melakukan penanaman jagung serentak di lingkungan sekolah masing-masing pada Rabu (18/2/2026).
Ribuan siswa mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP di Kabupaten Pangandaran melakukan penanaman jagung serentak di lingkungan sekolah masing-masing pada Rabu (18/2/2026). (Foto: Aldi Nur Fadilah/detikJabar)
Pangandaran -

Ribuan siswa mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP di Kabupaten Pangandaran melakukan penanaman jagung serentak di lingkungan sekolah masing-masing pada Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi siswa dalam mengolah potensi ketahanan pangan lokal sejak dini.

Aksi penanaman serentak ini dibuka secara simbolis di SMPN 2 Parigi. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pangandaran, unsur Forkopimda, Kepala Dinas Pertanian, serta jajaran Disdikpora Pangandaran. Mereka turut turun ke kebun sekolah untuk menanam jagung bersama para siswa.

Tercatat sebanyak 143.869 bibit jagung hibrida ditanam secara serentak di 786 satuan pendidikan (TK, SD, dan SMP) se-Kabupaten Pangandaran. Bibit unggul tersebut dipasok langsung oleh Dinas Pertanian Pangandaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses penanaman berlangsung antusias dengan bimbingan para guru. Dengan tangan mereka sendiri, para siswa menyiapkan lahan yang sebelumnya telah digemburkan. Siswa melubangi tanah menggunakan tongkat, lalu memasukkan tiga biji bibit ke dalam setiap lubang.

Setelah tahap penanaman, siswa diwajibkan untuk merawat dan menjaga tanaman tersebut hingga masa panen tiba. Program ini dirancang agar siswa tidak hanya belajar cara menanam, tetapi juga merasakan proses memanen hasil jerih payah mereka.

ADVERTISEMENT

Menariknya, hasil panen raya nantinya akan dikelola oleh siswa. Penjualan hasil panen tersebut diproyeksikan sebagai sarana edukasi literasi keuangan, di mana siswa belajar cara mengatur modal dan keuntungan.

Selain itu, program ini diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap kemandirian pangan daerah serta menjadi bentuk pembelajaran kontekstual bagi siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pangandaran, Soleh Supriadi, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan langkah antisipasi agar Pangandaran tidak kehilangan generasi penerus di sektor pertanian.

"Penanaman ini bertujuan agar kita tidak kehilangan generasi petani. Mengingat saat ini petani muda mulai langka," ujar Soleh kepada detikJabar, Rabu (18/2/2026).

Soleh menambahkan, ketahanan pangan menjadi fokus pemerintah dalam mencapai swasembada pangan daerah. "Siswa mendapatkan edukasi komprehensif, mulai dari pemilihan lahan, pemilihan benih, perawatan, hingga manajemen keuangan pasca-panen raya," ucapnya .

Senada dengan hal tersebut, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, menyatakan dukungan penuh terhadap program inisiasi Disdikpora ini. Menurutnya, aksi ini selaras dengan program pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Penanaman jagung ini adalah bagian dari dukungan Kabupaten Pangandaran terhadap program Presiden dalam swasembada pangan," kata Citra.

Citra menekankan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar aktivitas pertanian, melainkan proses penguatan pendidikan karakter.

"Melalui menanam jagung, anak-anak belajar kesabaran, disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab. Mereka terlibat langsung dalam menjaga lingkungan dan menghargai proses," tuturnya.

Ia berharap, banyaknya lahan subur di Pangandaran dapat terus dikelola secara produktif oleh generasi mendatang. "Kita harus mengakui petani muda sekarang sudah langka. Dengan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari ini, kita harap karakter dan minat mereka terbentuk," pungkas Citra.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads