Suasana ramai dan khidmat menyelimuti Pusat Observasi Bulan (POB) Cibeas, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (17/2/2026) sore.
Sebagai salah satu titik pemantauan bulan resmi nasional di Jawa Barat, POB Cibeas menjadi pusat perhatian dalam penentuan awal Ramadan 1447 H, meskipun kondisi alam memberikan tantangan besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan visual terkini detikJabar dari lokasi menunjukkan langit di atas ujung Teluk Palabuhanratu didominasi oleh gumpalan awan pekat. Matahari senja hanya tampak sebagai bulatan putih samar yang terhalang lapisan mendung, sementara garis cakrawala tertutup rapat oleh awan kumulus yang tebal.
Berdasarkan dokumen yang diterima detikJabar, kegiatan Rukyatul Hilal ini diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi. Data astronomis menunjukkan ijtimak terjadi pada pukul 18.57 WIB.
Wakil Ketua 1 Dewan Hisab Rukyat (DHR) Kabupaten Sukabumi Bidang Diklat dan Hisab Rukyat, Zaenurridwan, menjelaskan bahwa selain faktor awan, adanya fenomena gerhana matahari cincin yang bertepatan dengan waktu ijtimak turut memengaruhi kondisi pengamatan.
"Gerhana itu kan sebetulnya bertepatan dengan ijtima', puncaknya itu jam 18.57 WIB," ujar Zaenurridwan saat dikonfirmasi detikJabar.
Menurutnya, fenomena gerhana ini sering kali berdampak pada visibilitas hilal di lapangan.
"Biasanya pengalaman-pengalaman ketika gerhana itu, meskipun tinggi hilalnya (di atas ufuk), jarang ada yang terlihat. Apalagi sekarang mah hilalnya cuma minus," tambahnya.
Meski secara perhitungan teknis hilal berada di bawah ufuk, Zaenurridwan menegaskan bahwa proses rukyat tetap dijalankan sebagai bagian dari syariat dan prosedur resmi.
Senada dengan hal tersebut, Camat Simpenan, Supendi, membenarkan bahwa seluruh unsur Forkopimda dan tokoh agama hadir untuk mengikuti prosesi ini secara langsung.
"Betul, hari ini kami melaksanakan kegiatan rukyatul hilal di POB Cibeas ini. Harapan kami tentunya memberikan hasil yang terbaik bagi seluruh umat Muslim. Semoga kita semua diberikan kelancaran dalam menyambut ibadah Ramadhan nanti," kata Supendi.
Hadir pula dalam tim ahli rukyat antara lain KH Muhammad Anshar Fudhholi, KH Muhammad Yahya, dan KH Asep Saprudin.
Seluruh hasil dari POB Cibeas ini akan segera dilaporkan ke Kementerian Agama Pusat sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat nasional untuk menetapkan 1 Ramadan 1447 H.
(sya/orb)










































