Menjaga Muruah Mak Erot dan Wisata Kebugaran dari Serbuan Praktik Aspal

Menjaga Muruah Mak Erot dan Wisata Kebugaran dari Serbuan Praktik Aspal

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Rabu, 11 Feb 2026 19:00 WIB
Haji Baban Saepudin, cucu asli dari Mak Erot.
Haji Baban Saepudin, cucu asli dari Mak Erot. Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar
Sukabumi -

Sempat menjadi buah bibir nasional saat mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mewacanakan wisata kebugaran berbasis pengobatan tradisional tahun 2019 silam, nama Mak Erot kembali mencuat kala itu.

Namun, di balik nama besarnya, tersimpan tantangan pelik soal maraknya praktik serupa yang diragukan keasliannya.

Menanggapi hal tersebut, Camat Cisolok Okih Fajri Assidiq mengungkapkan pihaknya terus berupaya menjaga maruah legenda asal Kampung Cigadog tersebut. Ia mengakui bahwa saat ini telah terjadi pergeseran pandangan masyarakat akibat banyaknya oknum yang mencatut nama Mak Erot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang seiring dengan perjalanan waktu ada pergeseran karakter yang asli dari jati diri Mak Erot itu sendiri. Sekarang menjadi tantangan, karena banyaknya mereka yang mengaku sebagai ahli dengan menjual nama Mak Erot," ujar Okih saat berbincang dengan detikJabar, Rabu (11/2/2026).

ADVERTISEMENT

Menghadapi fenomena Mak Erot 'Aspal' (asli tapi palsu), pihak kecamatan mulai melakukan langkah-langkah persuasif dengan merangkul keluarga besar almarhumah Mak Erot. Tujuannya untuk mengembalikan standar dan kualitas pengobatan sesuai warisan turun-temurun.

"Kami sudah berkomunikasi dengan turunan atau keluarga dari Mak Erot sendiri. Justru saat ini mereka sedang mempersiapkan, artinya kembali me-review ciri khas yang memang menjadi legenda tersebut," tegas Okih.

Langkah ini penting dilakukan agar publik tidak terjebak pada praktik-praktik yang justru bisa merugikan kesehatan dan nama baik wilayah Cisolok.

Maklum, silsilah keluarga sah seperti Haji Baban Saepudin dan keturunannya yang lain selalu menekankan bahwa ilmu tersebut hanya diturunkan secara eksklusif kepada anak cucu.

Ikon Wisata Baru

Pemerintah Kecamatan Cisolok tetap berkomitmen menjadikan pengobatan tradisional ini sebagai bagian dari daya tarik wisata kebugaran yang monumental. Visi ini diharapkan dapat bersinergi dengan penataan kawasan Geyser Cisolok yang saat ini sedang dipoles.

"Kita terus tetap dukung kegiatan untuk monumental kebugaran ini yaitu Mak Erot, tapi ya tentunya kita selaraskan dengan kondisi yang ada sekarang agar jangan sampai berdampak pada sisi kualitas hasil," pungkasnya.

Dengan adanya upaya "pembersihan" nama Mak Erot dari praktik abal-abal, diharapkan Cisolok benar-benar bisa menjadi destinasi wellness tourism kelas dunia, sebagaimana yang pernah diimpikan di tingkat nasional.

(sya/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads