Asa Warga Cipelah Keluar dari Derita Jalan Rusak

Asa Warga Cipelah Keluar dari Derita Jalan Rusak

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 10 Feb 2026 20:16 WIB
Asa Warga Cipelah Keluar dari Derita Jalan Rusak
Kondisi jalan rusak di Cipelah, Kabupaten Bandung (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Kabupaten Bandung -

Jalan berbatu membelah perbukitan di Kampung Simpang Gunung Leutik, Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Minggu demi minggu, bahkan tahun demi tahun, warga setempat terbiasa melintasinya meski setiap perjalanan selalu diiringi perjuangan.

Selasa (10/2/2026), suasana di jalur perkampungan itu masih sama. Batu-batu tajam menonjol di permukaan, bercampur tanah merah yang basah setelah diguyur hujan. Genangan air membuat jalan berubah licin dan becek. Sepeda motor yang melintas harus berjalan pelan, kadang oleng, tak jarang dipaksa meraung lebih keras agar mampu menaklukkan tanjakan.

Jalur tersebut bukan sekadar jalan kampung biasa. Itulah akses utama para petani teh dan sayuran menuju kebun sekaligus jalur distribusi hasil panen mereka. Beberapa kendaraan warga bahkan terlihat dimodifikasi dengan ukuran ban diganti lebih besar, rangka diperkuat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Encep Saepuloh (46), kondisi itu bukan cerita baru. Sejak kecil ia sudah akrab dengan jalan rusak tersebut.

"Saya dari kecil juga sudah gini kondisinya. Memang ini jalan buat warga kalau mau ke kebun sayur dan kebun teh. Kondisi jalan rusak gini jadi susah kalau ngangkut hasil tani," ujar Encep.

ADVERTISEMENT

Letak kampung yang berbatasan langsung dengan Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, membuat jalur itu juga menjadi penghubung aktivitas ekonomi antarwilayah. Hasil kebun warga kerap dibawa melintasi jalan itu sebelum dijual ke warung maupun pasar.

Warga lain, Sukmana (67), bahkan mengingat betul sejak kapan kerusakan jalan itu berlangsung.

"Sebetulnya jalan rusak ini sudah lama, dari sekitar tahun 1980an," ujarnya.

Menurutnya, jalan tersebut sejak dulu menjadi jalur utama membawa hasil perkebunan. Meski kini mulai diperbaiki, kenangan sulitnya melintas masih membekas.

"Ini suka dipakai bawa hasil kebun. Cuma dulu kondisinya susah, jalannya rusak. Sekarang sudah diperbaiki. Sebelumnya kesulitan lewat jalan sini. Jalan bisa tembus ke Cianjur, ke wilayah Citambur," katanya.

Mulai Diperbaiki

Harapan warga perlahan menemukan jawaban. Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Kodim 0624 Kabupaten Bandung mulai melakukan perbaikan melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127.

Alat berat didatangkan. Personel TNI dan warga bahu-membahu mengerjakan badan jalan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer dengan lebar sekitar tiga meter.

Dandim 0624 Kabupaten Bandung, Letkol Kav Samto Betah, menjelaskan medan pengerjaan tidak mudah karena berada di wilayah perbukitan.

"Kondisi jalannya perbukitan. Ini untuk kondisi jalan sasaran fisik yang kita kerjakan dalam TMMD ini kondisi jalan sebagian besar adalah bebatuan dan sedikit tanah lempung," ucapnya.

Program ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026. Desa Cipelah dipilih karena keterbatasan akses jalannya, terutama sebagai penghubung antar desa di dataran tinggi.

"Cipelah ini berada di dataran tinggi. Sehingga dengan posisi di ketinggian ini memang beberapa akses jalan yang menghubungkan antar desa itu masih terbatas. Ini yang menjadi dasar untuk kegiatan TMMD ini dilaksanakan di desa ini," kata Samto.

Ia menegaskan, akses jalan menjadi kebutuhan vital karena mayoritas warga menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan.

"Mata pencarian untuk masyarakat di desa ini dominan adalah pertanian, perkebunan, kemudian komoditas lokal serta didukung pekerjaan lain seperti pedagang kecil dan sektor informal," ungkapnya.

Kondisi jalan rusak di Cipelah, Kabupaten BandungKondisi jalan rusak di Cipelah, Kabupaten Bandung Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Tak hanya membangun jalan, personel TMMD juga menjalankan berbagai program sosial selama tinggal di tengah masyarakat: bantuan logistik, pembangunan saluran air, rehabilitasi rumah tidak layak huni, penanganan stunting, penanaman pohon, hingga perbaikan fasilitas MCK.

"Ini rehab MCK di lima titik, rutilahu sebanyak 12 titik. Kemudian pembangunan jalan dengan panjang 1,5 kilometer alokasi anggarannya mencapai Rp1,2 miliar. Kemudian ketahanan pangan seluar 1 hektare," bebernya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Bupati Bandung Dadang Supriatna menyebut pembangunan jalan melalui TMMD akan berdampak langsung pada ekonomi warga.

"Karena APBD kita berpihak untuk pembangunan jalan kepada masyarakat itu melalui dua skema dan bisa berguna bagi masyarakat," kata Dadang.

Ia menilai, perbaikan akses akan mempercepat distribusi hasil pertanian dari wilayah yang selama ini terhambat kondisi jalan.

"Maka dengan dibuatkannya jalan ini, tentu ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang tentu di Kecamatan Rancabali, terutama di Desa Cipelah ini masih menemukan jalan-jalan yang harus kita dapat perhatikan," kata Dadang.

Lebih jauh, ia menyebut TMMD sebagai bentuk pembangunan kolaboratif yang efektif, bukan hanya secara fisik tetapi juga sosial.

"Kami menempatkan desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Melalui TMMD, pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong antara TNI, pemerintah, dan masyarakat," jelas Dadang.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Bandung mengalokasikan anggaran Rp10 miliar melalui APBD 2026 untuk mendukung pelaksanaan TMMD di sembilan desa, termasuk Cipelah.

"Sebagai bentuk komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Bandung pada tahun anggaran 2026, mengalokasikan anggaran sebesar 10 miliar rupiah melalui APBD untuk mendukung kegiatan TMMD dan karya bakti TNI yang dilaksanakan di sembilan desa lokus," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Pramono Minta Jalan Rusak Segera Diperbaiki: Tak Bisa Tunggu Hujan Berhenti"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads