Menanti Denyut Kehidupan Pelabuhan Pangandaran

Menanti Denyut Kehidupan Pelabuhan Pangandaran

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Selasa, 10 Feb 2026 18:00 WIB
Menanti Denyut Kehidupan Pelabuhan Pangandaran
Pelabuhan Pangandaran di Pantai Bojongsalawe (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar).
Pangandaran -

Terik matahari pagi memantul di hamparan pasir hitam pesisir Bojongsalawe, Kabupaten Pangandaran sebuah sudut laut yang masih jarang dijamah wisatawan. Terletak agak menjorok ke daratan, kawasan ini sebenarnya sering dilewati pengguna jalan lintas pantai dari Batuhiu menuju Parigi.

Dahulu, di dekat pesisir ini terdapat area pacuan kuda. Namun kini, jejaknya telah sirna, berganti gundukan rumput liar di atas pasir hitam.

Suasana terasa sunyi dan sedikit gersang. Itulah gambaran sekitar Pelabuhan Pangandaran yang berlokasi di Pantai Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Lokasinya hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Pangandaran di Parigi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harapan Besar Sebelas Tahun Silam

Harapan besar mulai tumbuh sekitar tahun 2015 saat pembangunan Dermaga Pelabuhan Bojongsalawe dimulai. Masyarakat menaruh asa bahwa kehadiran kapal-kapal besar akan menggerakkan roda ekonomi lokal.

Namun, meski bangunan Pelabuhan Kelas III Bojongsalawe ini telah berdiri satu dekade, kepastian operasionalnya masih menggantung. Padahal, pada Maret 2021 lalu, sempat dilakukan uji sandar kapal di pelabuhan tersebut.

ADVERTISEMENT
Pelabuhan Pangandaran di Pantai BojongsalawePelabuhan Pangandaran di Pantai Bojongsalawe (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar).

Jauh sebelum kawasan ini ditutup pagar beton, Dermaga Bojongsalawe adalah spot favorit warga lokal dan wisatawan. Setiap pagi, warga menjadikannya rute jogging yang nyaman, mulai dari pesisir hingga memutari dermaga.

Para pemancing pun kerap memenuhi bibir benteng pelabuhan. Namun, masa-masa bebas itu tidak bertahan lama. Kini, siapa pun yang ingin masuk ke area pelabuhan harus mengantongi izin dari penjaga di gerbang masuk.

Potensi Wisata yang Terbatas

Pesisir Pantai Bojongsalawe sebenarnya tidak cocok untuk aktivitas berenang karena karakteristik gelombang lautnya yang besar. Meski demikian, area ini memiliki potensi menjadi destinasi wisata serupa Pantai Batuhiu jika dikelola dan dibuka untuk umum di bawah pengawasan ketat penjaga pantai.

Lokasi ini sangat layak untuk aktivitas piknik (botram), swafoto, hingga kegiatan outbound. Namun, pantauan di lokasi pada Minggu (8/2) pagi menunjukkan suasana yang sangat sepi.

Tak ada aktivitas warga di sekitar pantai, kecuali beberapa pemancing yang masih bertahan.

"Kalau mau masuk, motor harus diparkir di luar," ujar salah satu penjaga pelabuhan.

Akses menuju dermaga kini terasa cukup kontras. Jalanan beton yang seharusnya ramai kendaraan tampak lengang. Kiri dan kanan jalan dipenuhi ilalang tinggi.

Di ujung jalur utama, tulisan "Pelabuhan Pangandaran" masih berdiri gagah berdampingan dengan logo Kementerian Perhubungan. Deburan ombak yang menghantam struktur dermaga membuktikan betapa kokohnya bangunan beton tersebut.

Kendala Breakwater

Menengok kembali ke belakang, saat uji operasional tahun 2021, terungkap bahwa masih ada kekurangan fasilitas vital, yakni breakwater atau pemecah ombak. Hal ini disampaikan oleh Firman, Kepala Pelabuhan Pangandaran saat itu.

Breakwater sangat dibutuhkan untuk menahan arus bawah gelombang agar tidak langsung menghantam dermaga. Tanpa pemecah ombak, kapal yang bersandar akan terus bergoyang terkena arus, sehingga proses bongkar muat menjadi tidak stabil.

Menurut Firman, tanpa breakwater, waktu aman untuk bersandar hanya berkisar 5 bulan dalam setahun. "Agar pelabuhan kelas III ini bisa maju, harus ada breakwater untuk melengkapi operasionalnya," ujar Firman pada Maret 2021.

Janji pembangunan pemecah ombak ini sebenarnya sudah diwacanakan sejak tahun 2022 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan. Namun hingga kini, realisasinya belum terlihat.

Sementara itu, Syahbandar Pelabuhan Pangandaran, Suherdin, memberikan pernyataan singkat terkait status pelabuhan saat ini. Ia menyebut pelabuhan secara teknis sudah beroperasi, namun belum ada pihak yang memanfaatkannya.

"Sudah (beroperasi), tapi belum ada yang pakai," tulis Suherdin singkat melalui pesan WhatsApp, Selasa (10/2/2025). Ia tidak memberikan keterangan lebih rinci mengenai penyebab sepinya aktivitas di pelabuhan tersebut.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Tantang Diri Melompat dari Batu Tinggi di Pangandaran"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads