Insiden Fatal gegara Kabur dari Kejaran Jambret Amatir

Kabar Regional

Insiden Fatal gegara Kabur dari Kejaran Jambret Amatir

Agus Eka - detikJabar
Senin, 09 Feb 2026 19:15 WIB
Ilustrasi jambret
Ilustrasi jambret. (Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono/detikcom)
Kuta -

Malam itu seharusnya menjadi perjalanan pulang biasa. Jalan Pengubengan Kauh, Kerobokan Kelod, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, masih cukup ramai ketika Juhaeryah Velina mengendarai sepeda motornya. Namun dalam hitungan detik, perjalanan itu berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawanya.

Perempuan berusia 46 tahun tersebut tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak tiang listrik. Bukan karena kelalaian semata, melainkan akibat upaya penjambretan yang terjadi tepat di belakangnya.

Dua pria membuntuti Velina dan mencoba menarik tas yang dibawanya. Aksi jahat itu gagal, tetapi dampaknya fatal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari detikBali, peristiwa itu terungkap dari rekaman kamera pengawas. Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina menjelaskan, tarikan tas itulah yang membuat motor Velina kehilangan keseimbangan.

"Kami mendapatkan rekaman CCTV bahwasanya ada tarikan tas yang dilakukan oleh pelaku. Hal ini mengakibatkan pengemudi atau almarhumah itu oleng ke kiri dan menabrak tiang listrik," kata Agus di Polsek Kuta Utara, Senin (9/2/2026).

ADVERTISEMENT

Benturan keras membuat Velina harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Garba Med, Kerobokan. Sayangnya, nyawanya tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 01.00 Wita pada Minggu (8/2). Jenazahnya kemudian dibawa pulang oleh keluarga untuk dimakamkan di daerah asalnya, Tangerang.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi memastikan tidak ada barang korban yang hilang. Aksi penjambretan itu gagal total. Para pelaku justru terjatuh saat mencoba merampas tas Velina.

"Tidak ada (barang korban) yang hilang karena kemungkinan gagal. Kalau kita lihat dari rekaman CCTV, korban dan pelaku jatuh di jalanan," imbuh Agus.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu malam. Polisi menduga para pelaku merupakan pemain baru yang bertindak spontan, memanfaatkan situasi tanpa perhitungan matang. Padahal, menurut Agus, pelaku jambret berpengalaman biasanya menghindari lokasi ramai dan lalu lintas padat.

"Pengamatan kami ini kemungkinan pemain baru karena aksinya terkesan dipaksakan di jam-jam yang masih banyak lalu lintas dan di jalur yang padat. Jadi tidak dibuntuti dari jauh, tetapi di saat melihat momen ada kesempatan, di situ barang korban berusaha dirampas," ujarnya.

Fakta lain yang terungkap, Velina tidak benar-benar sendirian di jalan. Beberapa kerabat dan rekannya diketahui juga melintas di sekitar lokasi kejadian. Namun, upaya penjambretan itu berlangsung begitu cepat, tanpa memberi kesempatan bagi siapa pun untuk bereaksi.

Saat ini, tim gabungan kepolisian masih terus bekerja. Rekaman CCTV tambahan di sekitar lokasi kejadian dan jalur utama tengah dikumpulkan untuk mengidentifikasi dan memburu pelaku. Polisi juga masih menunggu hasil rekam medis korban yang dibawa pihak keluarga ke Tangerang.

"Kami belum bisa berkomunikasi secara intens dengan keluarganya karena masih mengurus jenazah, jadi kami komunikasi via telepon. Saat ini langkah kami sedang mengumpulkan rekaman CCTV baik di sekitar lokasi maupun di jalanan besar," pungkas Agus Pasek.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Velina merupakan anggota salah satu komunitas motor. Malam nahas itu terjadi seusai ia menghadiri acara komunitas motor matik di kawasan Kerobokan. Namun, hingga kini, pihak kepolisian belum mengonfirmasi secara resmi informasi tersebut.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads