Jejak Berdarah Konflik Macan Vs Manusia: Pacet hingga Sumedang

Wisma Putra - detikJabar
Sabtu, 07 Feb 2026 08:00 WIB
Kondisi macan tutul setelah diamankan di Pacet (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Seekor macan tutul turun ke permukiman warga di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Kamis (5/2) kemarin. Dalam kejadian ini, dua warga setempat menjadi korban setelah diserang satwa liar dilindungi ini.

Tak hanya di Kabupaten Bandung, kasus konflik manusia melawan macan juga pernah terjadi pada 2022 di Sumedang. Dalam kejadian itu, tiga warga Sumedang menjadi korban serangan macan kumbang.

Berikut rangkuman dua kejadian konflik macan dan manusia yang dihimpun detikJabar:

Dua Warga Pacet Alami Luka

Dua warga Pacet dilaporkan mengalami luka setelah diterkam macan tutul. Kejadian ini dibenarkan oleh Kepala Desa Maruyung, Apen Supendi. Warga mengetahui kemunculan hewan tersebut sejak pagi hari.

"Iya, warga menemukan macan tutul masuk kampung. Ukurannya kira-kira seperti kambing," kata Apen saat dikonfirmasi awak media.

Apen mengungkapkan macan tutul tersebut memasuki area padat penduduk. Menurutnya, ada warga yang sempat mencoba menangkap namun hewan tersebut justru langsung menerkamnya.

"Iya, ada dua warga sempat terluka. Mereka mengalami luka ringan dan sudah dibawa ke puskesmas," katanya.

Satu dari dua korban, yakni Ujang Anis, mengisahkan saat dirinya diserang macan tutul. Pria berusia 42 tahun itu tidak pernah menyangka dalam hidupnya bisa bertarung melawan macan tutul. Aksi heroiknya mengakibatkan luka di tangan dan menyelamatkan sejumlah anak-anak dari terkaman.

Saat kejadian, Ujang tengah berjalan di lokasi kemunculan macan tutul. Namun secara tiba-tiba dia terkejut mendengar teriakan warga yang melihat macan tutul melintas.

"Saya bertanya karena banyak orang. Saya tadinya hampir tidak percaya. Masa di kota (permukiman) ada harimau. Biasanya harimau itu ada di hutan. Pas dilihat ternyata benar," kata Ujang.

Macan tutul mengaum saat hendak dievakuasi warga di Pacet, Kabupaten Bandung Foto: Istimewa/ dok warga Pacet

Setelah itu ia melihat ada sekelompok anak-anak yang akan dikejar oleh macan tutul. Dia langsung memutuskan untuk menahan dan menghadang macan tutul tersebut agar anak-anak tidak diterkam.

"Lalu saya ke depan menghadang anak-anak, daripada macan menerjang mereka. Lalu saya yang bertarung melawan macan itu," terangnya.

Ujang mengaku setelah itu macan tersebut langsung memberikan perlawanan hingga mencakar dirinya. Kemudian pertarungan masih terjadi karena ia terpojok di teras rumah warga dan tertutup gerbang pagar.

"Harimau itu langsung mencakar dan berdiri tegak. Ya, tingginya sejajar leher saya saat berdiri. Macan tutul itu. Orang-orang bukannya menolong saya, malah kabur. Pas gerbang tertutup, saya cuma sendirian menghadapi macan itu," jelasnya.

Menurutnya, pertarungan di dalam teras rumah warga berlangsung hingga beberapa menit. Ia mengatakan, pertarungan itu berakhir ketika ada warga yang membuka gerbang dan macan tersebut kabur ke rumah warga lainnya.

"Iya di teras rumah. Sepertinya macan itu ingin masuk ke dalam pintu rumah, tetapi tertutup. Jadi dia mencakar, terus tertepis. Terus dia mencakar di bagian ini (dada kanan). Setelah itu langsung menggigit di tangan kanan, ada sekitar dua gigitan. Jadi tangan agak sobek," ungkapnya.



Simak Video "Video: Macan Tutul Masuk Rumah di Pacet Bandung"


(wip/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork