Seorang pria berkewarganegaraan Amerika Serikat ditemukan tewas di salah satu kamar apartemen di Jalan Burangrang, Kota Bandung, Rabu (4/2/2026). Kejadian ini sudah ditangani pihak kepolisian.
Kapolsek Lengkong AKP Aldy Lazuardy mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari pihak apartemen siang tadi sekitar Pukul 12.00 WIB.
"Untuk jenazahnya laki-laki, usia 40 tahunan," kata Aldy kepada awak media.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Aldy, jenazah pria asal Texas itu pertama kali ditemukan oleh penjaga apartemen. Berdasarkan informasi yang dihimpun, WNA tersebut kerap menyewa unit apartemen di sana.
"Si penyewa ini menyewa setiap satu minggu dan suka diperpanjang. Hari ini jatuh temponya, ketika dicek, diketok-ketok kurang lebih 15 menit tidak ada jawaban. Si penjaga ini membuka pintu dan pintu dalam keadaan tidak terkunci, ketika penjaganya masuk melihat di samping kasur sudah terlentang satu jenazah yang berdasarkan paspor yang kita temukan Itu bernama LJM, warga negara asing dari Texas," ungkapnya.
Aldy mengatakan, Tim INAFIS Satreskrim Polrestabes Bandung tengah menyelidiki penyebab kematian korban. Sementara jenazah WNA itu sudah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih.
"Untuk melihat kondisi apakah ada tanda-tanda yang lain atau berdasarkan yang kita temukan di TKP ada riwayat jejak medisnya masih kita dalami," ujarnya.
Dalam kejadian ini. tidak ada barang berharga yang hilang. Pihaknya sudah amankan barang bukti berupa rekam medis dan obat yang ada di kamar apartemennya. Aldy sebut, jika WNA itu tinggal sendiri.
"Kalau sekarang ini sendiri, korban ini sendiri dan kita juga masih mau telusuri apakah ada temannya atau apa. Tapi sejauh ini korban tinggal yang terdaftar di pemilik ini sendiri," ujarnya.
Disinggung kapan terakhir penjaga bertemu dengan WNA itu. Aldy sebut, hari kemarin, Rabu (4/2).
"Terakhir itu korban terlihat di lobi itu pada Tanggal 3 Februari. Setelah itu tidak pernah melihat lagi. Tadi dicek memang meninggal (dugaan) belum lama, karena tadi kita cek juga kondisinya belum terlalu kaku," pungkasnya.
Untuk melakukan penyelidikan terkait kasus ini, pihaknya akan melibatkan Imigrasi dan juga mengumpulkan barang bukti lainnya seperti CCTV.
(wip/yum)










































