20 Menit Tertimbun Longsor, Kakek di Tasikmalaya Ditemukan Selamat

20 Menit Tertimbun Longsor, Kakek di Tasikmalaya Ditemukan Selamat

Deden Rahadian - detikJabar
Rabu, 04 Feb 2026 18:30 WIB
20 Menit Tertimbun Longsor, Kakek di Tasikmalaya Ditemukan Selamat
Proses evakuasi kakek tertimbun longsor di Tasikmalaya. (Foto: Istimewa)
Tasikmalaya -

Insiden yang terjadi di Kampung Dangur, Desa Nangerang, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menggemparkan warga setempat pada Rabu (4/2/2026). Cucu Herdian (73) tidak pernah menyangka nyawanya akan berada di ujung tanduk saat sedang bekerja menggali tanah untuk fondasi benteng rumah milik Ani Heriyani.

Cucu bersama dua rekannya, Ali Nurdin dan Wawan, bekerja seperti biasa. Tanah digali secara perlahan namun pasti. Saat itu, kondisi cuaca dilaporkan normal tanpa hujan ataupun pertanda alam yang mencurigakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara tiba-tiba, tebing tanah yang berada di atas galian mengalami longsor dan menimbun tubuh Cucu. Pria lanjut usia tersebut terkubur hidup-hidup di hadapan rekan kerjanya.

Kepanikan seketika pecah di lokasi kejadian. Ali dan Wawan berusaha keras menggali tumpukan tanah dengan alat seadanya, sementara beberapa warga lainnya bergegas mencari bantuan kepada aparat setempat. "Kami langsung berusaha selamatkan korban. Kita coba gali tanah manual," kata Wawan, saksi mata saat ditanya petugas Kepolisian.

ADVERTISEMENT

Setelah beberapa saat terkubur, rintihan korban mulai terdengar dari balik tanah. Hal tersebut sontak meningkatkan optimisme warga bahwa Cucu masih selamat. Proses penggalian pun dilanjutkan dengan penuh kehati-hatian.

Warga menggunakan cangkul untuk mengeruk material longsoran. Tanpa mengetahui posisi pasti kepala korban, para penyelamat hanya mengandalkan naluri untuk menolong pria tersebut.

Kapolsek Cigalontang, AKP Aan Supyadi, menyatakan bahwa upaya penyelamatan tersebut tidak sia-sia. Setelah 10 menit, bagian kepala Cucu mulai terlihat. Tim penyelamat kemudian memperkuat penggalian di area wajah korban dengan tujuan agar hidung korban segera terbebas dari material tanah sehingga bisa bernapas.

"Perlahan-lahan akhirnya wajah korban kelihatan. Diupayakan hidungnya dulu tidak tertimbun. Tanah disingkirkan. Memang tanahnya tidak terlalu padat. Jadi masih ada rongga yang memungkinkan udara masuk dan bisa dihirup korban," kata Kapolsek Cigalontang, AKP Aan Supyadi pada detikJabar, Rabu petang (4/2).

Tanpa bantuan oksigen tambahan, Cucu berhasil bertahan meski bagian dada dan sebagian besar tubuhnya masih terkubur tanah. Warga lainnya turut membantu dengan memayungi kepala korban menggunakan kain sarung untuk melindunginya selama proses evakuasi.

Tubuh korban awalnya sulit diangkat karena tertahan oleh sepatu boot yang digunakannya. Setelah sepatu tersebut berhasil dilepaskan, barulah tubuh renta Cucu dapat dievakuasi ke permukaan. Keseluruhan proses penyelamatan berlangsung selama kurang lebih 20 menit.

"Pak Cucu selamat dikeluarkan dari tanah setelah melepas sepatu bootnya. Jadi sepatunyamah terkubur," kata AKP Aan Supyadi.

Meski berhasil selamat, korban mengalami sesak napas dan segera mendapatkan penanganan medis dari petugas Puskesmas Cigalontang. Berdasarkan kronologi kejadian, korban bersama saksi sedang menggali tanah dengan lebar 15 cm, kedalaman 1,5 meter, dan panjang sekitar 6 meter di bawah tebing setinggi 4 meter.

"Anggota Polsek Cigalontang, BPBD, TNI, dan Polri melakukan evakuasi korban dan memeriksa saksi-saksi," kata AKP Aan Supyadi.

(iqk/iqk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads