Air Terjun Niagara seolah berubah menjadi negeri dongeng musim dingin. Dalam beberapa hari terakhir, salah satu keajaiban alam paling ikonik di dunia itu tampil tak biasa, yaitu serba putih, diselimuti es, dan tampak seperti membeku di tengah derasnya aliran air.
Berada di perbatasan Kanada dan Amerika Serikat, Niagara Falls selama ini dikenal sebagai magnet wisata sepanjang tahun. Namun pekan ini, cuaca ekstrem membuat wajahnya benar-benar berbeda. Suhu dingin menusuk dan hujan salju yang melanda Ontario selatan, Kanada, menyebabkan sebagian air terjun membeku dan membentuk pemandangan dramatis yang jarang terjadi.
Baca juga: Air Terjun Niagara Membeku! |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Niagara Parks menjelaskan pembekuan ini terjadi akibat air permukaan yang berubah menjadi es, lalu bercampur dengan kabut yang membeku saat air terjun terus mengalir deras. Proses alam tersebut menciptakan formasi es spektakuler dan kabut beku yang menyelimuti kawasan air terjun, seperti dikutip dari Global News, Selasa (3/2/2026).
"Ini menciptakan gundukan es besar di sekitar Air Terjun, terkadang setebal lebih dari 40 kaki, dan es yang menakjubkan di sepanjang tepiannya, sementara air terus mengalir di bawah permukaan es," kata Niagara Parks dalam siaran pers.
Fenomena ini memang tidak terjadi setiap tahun. Pembekuan seperti ini umumnya hanya muncul ketika suhu turun jauh di bawah titik beku dalam waktu yang cukup lama. Dari sisi Amerika Serikat, pemandangan serupa juga terlihat.
"Kami masih belum sepenuhnya membeku, tetapi sungguh, di luar sana sangat dingin," ujar Angela Berti, juru bicara Taman Negara Bagian Air Terjun Niagara di New York bagian barat kepada USA TODAY.
Menurut laporan WIVB-TV di Buffalo, lapisan es mulai menyelimuti Niagara Falls setelah badai musim dingin dan suhu di bawah nol derajat melanda wilayah Amerika Serikat pada akhir pekan lalu. Rekaman kamera langsung dari NiagaraFallsHotels.com memperlihatkan uap air yang terus mengepul dari permukaan yang membeku, dengan gundukan es menumpuk di dasar beberapa air terjun.
Meski tampak seolah berhenti mengalir, para ahli menegaskan bahwa Niagara Falls hampir mustahil membeku sepenuhnya.
"Mustahil bagi air terjun untuk membeku sepenuhnya lagi. Sebaliknya, es menumpuk dari sungai dan secara optik membuat air terjun tampak membeku, tetapi air terus mengalir," jelasnya.
Angela Berti menambahkan bahwa terakhir kali Niagara Falls benar-benar membeku sepenuhnya terjadi pada tahun 1938, setelah peristiwa serupa pada 1936.
"Pembekuan yang paling luar biasa adalah ketika air terjun Kanada dan Amerika membeku sepenuhnya, dan itu terjadi pada tahun 1848," katanya.
Namun, kondisi tersebut tak mungkin terulang. Sejak dipasangnya penghalang es, struktur terapung di sungai, pembentukan tumpukan es besar di hulu yang bisa memicu pembekuan total kini berhasil dicegah. Alat ini juga berfungsi melindungi wilayah hilir dari banjir.
Baca juga: Setelah Ribuan Tahun, Danau Suci Itu Kembali |
Meski tak sepenuhnya membeku, pesona Niagara Falls yang diselimuti es tetap memukau. Air terjun setinggi 51 hingga 57 meter itu terlihat semakin megah dengan lapisan es yang berkilau di bawah cahaya musim dingin. Horseshoe Falls di sisi Kanada, yang tertinggi dengan ketinggian sekitar 57 meter, tampak dominan, sementara American Falls, setinggi 21 hingga 30 meter akibat bebatuan di dasarnya, ikut terbalut suasana beku.
Di bawahnya, Sungai Niagara tetap mengalir deras dengan kedalaman rata-rata 56,6 meter dan debit air yang luar biasa, mencapai sekitar 85.000 kaki kubik per detik.
Artikel ini telah tayang di detikTravel
(bnl/orb)










































