Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan informasi yang mengejutkan, Imam Rachman sosok yang dipercaya sebagai Direktur Utama BEI mengumumkan pengunduran dirinya hari ini (30/01/2026).
Pengunduran dirinya disebut sebagai bentuk rasa tanggung jawab anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pengumuman MSCI atas perlakuan free float di Bursa Saham RI. Lalu, seperti apa seorang Iman Rachman?
Profil Singkat Iman Rachman
Dikutip dari laman BEI, Iman Rachman lahir di Jakarta, dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran pada tahun 1995 dan Magister of Business Administration (MBA) Finance dari Leeds University Business Scholl pada tahun 1997.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjalanan Iman Rachman di dunia finansial bukanlah perjalanan singkat, ia menempati berbagai posisi strategis. Memulai kariernya sebagai Manager di PT Danareksa Sekuritas pada tahun 1998 hingga 2003, kemudian Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas pada tahun 2003 hingga 2016, Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) pada tahun 2016 hingga 2018, Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) pada tahun 2018 hingga 2019, dan Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) pada tahun 2019 hingga 2020
Jabatan terakhir Iman Rachman sebelum menjabat sebagai Direktur Utama BEI sebagai Direktur Strategi, Portfolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) pada tahun 2020 hingga 2022. Setelah itu, menjabat sebagai Direktur Utama BEI melalui RUPST Bursa pada 29 Juni 2022.
Selama ia menjabat di BEI, dikenal sebagai pribadi dengan latar belakang yang kuat dalam pasar modal, keuangan korporasi dan strategi bisnis, baik di sektor jasa keuangan maupun BUMN
Berkarier di bidang BUMN, Iman meraih sejumlah penghargaan, yaitu CEO Visioner Terbaik 2020 versi BUMN Track, Best CFO 2017, 2nd Winner Indonesia Best CFO 2018, serta Indonesia Future Business Leader 2016
Pengalaman panjang tersebut menciptakan citranya sebagai seorang bankir investasi yang memiiki pengetahuan mendalam mengenai transaksi korporasi dan pasar keuangan.
Mengumumkan Pengunduran Diri
Pagi hari, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengumumkan sendiri pengunduran dirinya di Gedung BEI. Ia berharap pengunduran dirinya menjadi yang terbaik bagi pasar modal Indonesia, dan fokus utamanya saat ini adalah menjaga kepercayaan pasar agar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali stabil.
Iman Rachman mengundurkan diri saat pasar mengalami tekanan setelah MSCI mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks terhadap saham-saham Indonesia. Hal ini mengakibatkan anjloknya IHSG dan memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt)
Selanjutnya, terkait proses administrasi akan berlaku sesuai dengan ketentuan anggaran dasar. Adapun aturan mengenai langkah yang wajib dilakukan apabila terjadi kekosongan jabatan di jajaran direksi, termasuk direktur utama maupun anggota direksi lainnya tertuang dalam pasal Peraturan OJK no. 58/POJK.04/2016 (POJK) tentang Direksi dan Dewan Komisaris BEI.
Setiap penetapan pejabat sementara direktur utama serta pemindahan tugas anggota direksi harus dilaporkan kepada OJK. Laporan ini wajib disampaikan paling lambat dua hari setelah penetapan atau pengalihan dilakukan.
Dinamika Trading Halt
Pengunduran diri Iman Rachman terjadi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan selama dua hari berturut-turut pasca pengumuman MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang memicu aksi jual besar-besaran pada IHSG.
Pada Rabu (28/01/2025), BEI menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt) sebagai respons atas volatilitas pasar dan Trading Halt kembali pada Kamis (29/01/2026). Trading Halt merupakan sistem penghentian sementara jual beli saham yang bertujuan untuk menstabilkan pasar ketika ada perubahan harga yang drastis dalam waktu singkat.
(yum/yum)










































