Pencarian Macan Tutul Pincang di Sanggabuana Belum Membuahkan Hasil

Pencarian Macan Tutul Pincang di Sanggabuana Belum Membuahkan Hasil

Wisma Putra - detikJabar
Rabu, 28 Jan 2026 13:22 WIB
Macan tutul jawa yang terekam pincang di hutan Pegunungan Sanggabuana
Macan tutul jawa yang terekam pincang di hutan Pegunungan Sanggabuana. (Foto: Istimewa/dok SCF)
Bandung -

Seekor macan tutul terekam kamera trap di Hutan Sanggabuana, Kabupaten Karawang, dalam kondisi terluka di kaki depan dan berjalan terpincang-pincang. Satwa dilindungi ini diduga kuat menjadi korban penembakan oleh pemburu liar.

Humas BBKSDA Jabar Ery menyatakan tim gabungan saat ini tengah melakukan penyisiran intensif untuk menemukan macan tutul tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tim gabungan penanganan macan tutul di Gunung Sanggabuana telah bergerak untuk menyisir lokasi tertangkapnya satwa di kamera trap. Kami mengupayakan agar macan tutul tersebut dapat segera dievakuasi," kata Ery, Kamis (28/1/2026).

Tim evakuasi ini terdiri dari personel Menlatpur TNI AD, Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), dan Wildlife Rescue Unit (WRU) BBKSDA Jawa Barat yang meliputi Bidang Wilayah II, SKW IV, dan RKW XIV.

ADVERTISEMENT

Pencarian direncanakan berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak 26 hingga 28 Januari 2026.

"Pada hari pertama, Senin (26/1), tim memulai penyisiran pukul 10.00 WIB. Sasarannya adalah titik koordinat kamera trap dengan jarak jelajah sekitar 2,5 km pada elevasi 400 mdpl," ungkap Ery.

Namun, Ery menyebutkan pada penyisiran hari pertama, tim belum berhasil berjumpa langsung dengan macan tutul yang terindikasi terluka tersebut. "Namun, kami menemukan tanda-tanda keberadaan satwa berupa kaisan dan jejak kaki di sekitar lokasi," ujarnya.

Tim SCF juga telah memasang kamera trap tambahan di beberapa titik strategis sebelum kembali ke basecamp pada pukul 17.30 WIB untuk koordinasi lanjutan.

Pada Selasa (27/1), pencarian sempat terkendala faktor alam. Meski cuaca cerah pada pagi hari, hujan turun cukup deras saat siang hari.

"Tim kembali menjelajah medan yang licin dan berisiko karena jalur berada di punggungan dan tepi jurang. Kegiatan berjalan aman dan kondusif, namun hingga siang hari target belum berhasil ditemukan," jelas Ery.

Ery menegaskan bahwa kegiatan pencarian masih terus dilakukan hingga hari ini untuk memastikan kondisi kesehatan satwa tersebut.

"Pencarian satwa liar ini merupakan komitmen bersama dalam upaya perlindungan dan penyelamatan satwa liar dilindungi di kawasan Hutan Sanggabuana," pungkasnya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads