Bencana tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menyisakan duka mendalam. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari ini telah meratakan puluhan rumah dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa, sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian di tengah kendala cuaca ekstrem.
Berikut adalah rangkuman lengkap peristiwa tersebut dari awal kejadian hingga perkembangan penanganan terakhir pada Minggu (25/1/2026).
Petaka di Pagi Buta
Bencana longsor terjadi pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, saat sebagian besar warga sedang terlelap tidur. Longsoran tanah bercampur air yang menyerupai lumpur turun dari bukit di kaki Gunung Burangrang, menerjang permukiman di Kampung Pasirkuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bencana ini dipicu oleh hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut. Akibatnya, sedikitnya 30 rumah dilaporkan rata dengan tanah tersapu material longsor. Data sementara mencatat sebanyak 113 jiwa dari 34 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh bencana ini.
Update Korban: 6 Jenazah Teridentifikasi, Puluhan Masih Dicari
Hingga Minggu (25/1/2026), proses pencarian dan identifikasi korban terus dilakukan. Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda Jabar melaporkan telah menerima 10 kantong jenazah. Dari jumlah tersebut, enam korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari:
- Suryana (Laki-laki, 57 tahun)
- Jajang Tarta (Laki-laki, 35 tahun)
- Dadang Apung (Laki-laki, 60 tahun)
- Nining (Perempuan, 40 tahun)
- Nurhayati (Perempuan, 42 tahun)
- M. Kori (Laki-laki, 30 tahun, teridentifikasi melalui bagian tubuh).
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyatakan bahwa empat kantong jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi.
Sebelumnya, pada penutupan pencarian hari pertama (Sabtu), dilaporkan total 9 jenazah ditemukan dan 81 orang masih dinyatakan hilang. Di antara puluhan orang yang hilang tersebut, terdapat kabar yang menyebutkan kemungkinan adanya 23 prajurit TNI yang turut menjadi korban, namun pihak Kodam III/Siliwangi masih menelusuri kebenaran informasi tersebut.
Kendala Evakuasi dan Tantangan Cuaca
Proses evakuasi yang dilakukan Tim SAR gabungan menghadapi kendala berat berupa cuaca buruk. Hujan lebat dan angin kencang yang terus terjadi menghambat penggunaan teknologi seperti drone untuk memantau area longsoran.
"Kami belum bisa menurunkan drone. Kalaupun diturunkan, angin kencang akan menghambat operasional di lokasi," ujar Mamang Fatmono, Pelaksana Harian Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung. Selain itu, kondisi tanah yang bertumpuk tebal dan labil membuat alat berat sulit diturunkan, sehingga evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Status Tanggap Darurat
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, melalui Bupati Jeje Ritchie Ismail, telah menetapkan status tanggap darurat bencana untuk mempercepat penanganan. Berbagai langkah penanganan telah disiapkan oleh pemerintah pusat dan daerah.
1. Modifikasi Cuaca: Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengumumkan bahwa teknologi modifikasi cuaca (TMC) akan diterapkan mulai hari kedua pencarian untuk menghalau hujan agar evakuasi berjalan optimal.
2. Relokasi dan Santunan: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meninjau lokasi menjanjikan relokasi bagi warga yang rumahnya hancur. Selain itu, santunan sebesar Rp25 juta disiapkan untuk setiap keluarga korban yang meninggal dunia, serta insentif biaya sewa hunian sementara bagi pengungsi.
3. Posko Kesehatan dan DVI: Polda Jabar mendirikan Pos DVI Antemortem dan Postmortem serta pos pelayanan kesehatan untuk mempercepat identifikasi korban dan membantu warga terdampak.
Bantuan juga datang dari Pemkot Bandung yang mengirimkan bantuan logistik dan relawan sebagai bentuk solidaritas terhadap wilayah tetangga yang tertimpa musibah. Hingga saat ini, operasi pencarian masih terus dilanjutkan dengan fokus pada titik-titik yang diduga menimbun korban, sembari menunggu kondisi cuaca membaik.
(yum/sud)










































