Nasib Getir Alun-alun Pangbagea Pangandaran Seharga Rp18 Miliar

Nasib Getir Alun-alun Pangbagea Pangandaran Seharga Rp18 Miliar

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Jumat, 23 Jan 2026 12:00 WIB
Nasib Getir Alun-alun Pangbagea Pangandaran Seharga Rp18 Miliar
Alun.-alun Panggabea. (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar)
Pangandaran -

Fasilitas publik yang diproyeksikan menjadi pusat jajanan dan ruang sosial di Alun-alun Pangbagea, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, kini terbengkalai.

Alun-alun yang berlokasi tepat di depan Kantor Bupati Pangandaran ini diresmikan Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil, pada Minggu (20/2/2022). Namun, alun-alun yang semula digadang-gadang menjadi pusat keramaian baru itu, kini merana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nama 'Pangbagea' yang bermakna tempat berkumpulnya orang-orang bahagia kini tak sejalan dengan tujuan awal. Alun-alun itu mulai ditinggalkan pengunjung dan kehilangan fungsinya sebagai ruang publik yang hidup.

Meski bangunannya masih tampak megah, area UMKM di bagian bawah tutup total. Tidak ada aktivitas perdagangan di sana, kondisi lokasi pun tampak kumuh dan tak terurus.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, proyek Alun-alun Pangbagea dibangun menggunakan anggaran Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat tahun 2021 senilai Rp18 miliar. Fasilitas yang tersedia meliputi lapangan upacara, area jogging, taman bermain, pusat kreatif, area hijau, hingga food court.

Saat ini, area food court dan gerobak UMKM mati total, meski sesekali masih ada warga yang sekadar singgah di area taman.

Alun.-alun Panggabea.Alun.-alun Panggabea. (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar)

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida, membenarkan bahwa aktivitas di lokasi tersebut sudah lama terhenti. "Karena sepi, akhirnya tidak ada lagi yang berdagang di sana," ujar Tedi, Kamis (22/1/2024).

Tedi menjelaskan, gerobak UMKM yang tak terpakai telah diserahkan kepada pemerintah desa setempat agar tetap bermanfaat. "Sudah diserahkan ke Kuwu (Kepala Desa Cintakarya) sekitar satu tahun lalu agar bisa dimanfaatkan masyarakat," tuturnya.

Gerobak itu merupakan bantuan salah satu bank daerah atas inisiatif Dinas Koperasi dengan nilai pengadaan di bawah Rp70 juta. Tedi menambahkan, pemanfaatan gerobak tersebut tetap bisa berlanjut, asalkan dipindahkan ke lokasi yang lebih ramai.

Sementara itu, Hikmat (60), salah seorang warga, menilai lokasi Alun-alun Pangbagea memang tidak strategis untuk berniaga. ""Walaupun lokasinya dekat Kantor Bupati, tapi kan jauh dari keramaian. Warga juga jarang main ke sana, kalaupun ada ya hanya satu-dua orang," ungkapnya.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads