Ngotot Caplok Greenland, Trump Kejar 'Harta Karun' Ini

Kabar Internasional

Ngotot Caplok Greenland, Trump Kejar 'Harta Karun' Ini

Ilyas Fadilah - detikJabar
Kamis, 22 Jan 2026 16:00 WIB
US President Donald Trump gestures as he delivers a special address during the World Economic Forum (WEF) annual meeting in Davos on January 21, 2026. The World Economic Forum takes place in Davos from January 19 to January 23, 2026. (Photo by Mandel NGAN / AFP)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
Bandung -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ngotot mencaplok Greendland demi mengklaim akses terhadap 'harta karun' di pulau tersebut. Seperti diketahui, Greenland menempati peringkat ke delapan dunia dalam cadangan logam tanah jarang.

Trump pun mengatakan bahwa kerangka kerja yang ia capai dengan NATO terkait Greenland mencakup akses terhadap hak mineral bagi AS dan sekutu-sekutu Eropanya, serta kolaborasi dalam proyek Golden Dome.

Keinginan Trump mengklaim Greenland memang berakar dari rencananya membangun sistem pertahanan rudal Golden Dome, yakni rangkaian sensor dan sistem pencegat yang dirancang untuk melindungi Amerika Utara dan wilayah Amerika Serikat lainnya dari serangan asing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka akan terlibat dalam Golden Dome, dan mereka juga akan terlibat dalam hak mineral, begitu pula kami," kata Trump, dilansir dari CNBC, Kamis (22/1/2026).

ADVERTISEMENT

Trump menjadikan pengembangan rantai pasok logam tanah jarang sebagai tujuan utama kebijakan industrinya untuk mengurangi ketergantungan Amerika Serikat pada China.

Logam tanah jarang digunakan untuk memproduksi magnet yang menjadi komponen penting dalam sistem persenjataan, kendaraan listrik, perangkat elektronik, dan industri strategis lainnya.

Dorongan Trump untuk mengakuisisi Greenland, yang merupakan wilayah otonom Denmark, telah memicu kekhawatiran bahwa aliansi NATO dapat mengalami perpecahan.

Saat ditanya berapa lama kesepakatan tersebut akan berlangsung, Trump menjawab selamanya. Ia juga menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan untuk mengakuisisi Greenland dan menyerukan perundingan segera mengenai status pulau tersebut dalam pidatonya di World Economic Forum.

Tak lama setelah itu, Trump mengatakan telah mencapai kerangka kesepakatan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Ia juga menyebut tidak akan memberlakukan tarif terhadap Denmark dan negara-negara Eropa lainnya pada 1 Februari.

Trump mengatakan bahwa dirinya telah mencapai konsep kesepakatan dengan NATO, namun menolak memberikan rincian lebih lanjut dengan alasan kesepakatan tersebut bersifat kompleks.

Artikel ini telah tayang di detikFinance

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads