Puluhan rumah hancur atau rusak berat tak layak huni imbas bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda Karawang sejak Desember 2025 hingga 2026.
Plt Kepala Dinas Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Karawang Asep Hazar menjelaskan bahwa, dari puluhan laporan yang masuk, pihaknya telah melakukan proses perbaikan untuk 22 rumah.
"Total laporan ada puluhan, yang 22 rumah kita perbaiki langsung karena kondisinya darurat, semuanya rusak karena bencana," kata Asep saat diwawancara detikJabar di Plaza Pemda Karawang, Rabu (21/1/2026) petang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke 22 rumah tersebut, kata Asep tersebar di 12 kecamatan, yakni, Kecamatan Kutawaluya, Telagasari, Rawamerta, Tirtajaya, Cibuaya, Banyusari, Telagasari, Batujaya, Telukjambe Timur, Cilebar, Jayakerta, dan Cilamaya Kulon.
"22 rumah di 12 kecamatan, semuanya rusak karena bencana, ada yang hancur banjir, angin kencang, hingga diguyur hujan ekstrem yang menyebabkan rumah ambruk. Untuk saat ini 10 unit dalam proses pembangunan, sementara 12 unit sedang menunggu material," kata dia.
Perbaikan tersebut, kata Asep, diprediksi akan selesai dalam waktu 14 hingga 20 hari, tergantung kondisi, cuaca, dan jarak material ke titik lokasi pembangunan.
"Rata-rata kita selesaikan 2 minggu, tapi yah targetnya semua kota kejar untuk selesai dalam waktu 14-20 hari, jadi nanti Februari sebelum Ramadan selesai semua," ungkapnya.
Dijelaskan Asep, rumah tingga layak huni yang akan dibangun sesuai dengan alokasi anggaran seluas 30 meter persegi. Sedangkan proses pengajuan bisa dilakukan melalui aparat desa.
"Luas rumah 30 mΒ², kalau pengajuan masyarakat terdampak bencana kan biasanya sudah langsung terdata oleh Satgas BPBD. Tapi untuk pengajuan mandiri juga bisa dilakukan melalui aparat desa setempat," pungkasnya.
(yum/yum)










































