Senin (19/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, satu unit alat berat berwarna biru masuk ke dalam area sebuah pabrik kemasan air mineral yang terletak di Jalan Raya Bandung-Sumedang, atau tepatnya di Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Kendaraan itu datang dan masuk dengan cara 'dibopong' oleh truk besar.
Kedatangan alat berat beko ke dalam area pabrik tentu bukan tanpa alasan. Kendaraan itu akan bekerja untuk membersihkan bangunan runtuh dengan kondisi rata dengan tanah yang sebelumnya memang telah terjadi bencana longsor.
Suara mesin dari alat berat itu pun terdengar hingga ke luar gerbang dari area pabrik kemasan air mineral itu dan menandakan bahwa proses pembersihan material dari longsor tengah berlangsung. Saat itu, para awak media yang hendak meliput peristiwa dari longsor memang tidak dapat akses untuk masuk ke dalam dan terpaksa menunggu di luar area.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain alat berat yang dikerahkan, terlihat pula garis polisi juga membentang yang telah dipasang agar pihak yang tidak berkepentingan untuk tidak masuk ke dalam. Bukan hanya itu, petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, maupun pihak terkait lainnya telah berada di lokasi longsor.
Informasi diterima detikJabar, peristiwa longsor terjadi pada Minggu (18/1) sekitar pukul 23.00 WIB kemarin, kemudian longsor susulan yang cukup besar pun kembali terjadi pada Senin (19/1/2026).
"Bahwa kejadian ini diawali tadi malam pukul 11 malam. Jadi ada 3 kali kejadian longsoran yang 2 kali longsoran kecil kemudian yang terakhir longsoran cukup besar," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Bambang Rianto di lokasi kejadian.
Bambang mengatakan, longsor yang memiliki tinggi 20 meter serta lebar sekitar 18 meter ini diakibatkan dengan intensitas hujan yang cukup tinggi mengguyur wilayah Sumedang. Selain itu, adanya saluran irigasi di area longsoran pun juga menjadi salah satu faktor terjadinya bencana tersebut.
"Memang sebelumnya terjadi hujan dengan intensitas cukup tinggi di wilayah Kabupaten Sumedang, khususnya di Desa Cigendel dari Kabupaten Sumedang. Jadi ini memang murni bencana longsoran," katanya.
Menurut Bambang, saat kejadian longsor terdapat satu orang pekerja atas nama Ohid Nugraha (50) tengah bekerja dan langsung tertimbun longsor. Namun, lanjut dia, Ohid berhasil selamat dan hanya mengalami luka ringan.
"Korban itu ingin mengevakuasi, menyelamatkan barang-barang yang bisa diselamatkan. Namun kemudian ada terjadi longsoran susulan dan alhamdulillah korban tidak sampai meninggal dunia dan saat ini masih dalam perawatan," ujarnya.
Sementara itu, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa longsor ini. Namun, dengan adanya peristiwa tersebut aktivitas dari pabrik kemasan air mineral terpaksa dihentikan terlebih dahulu sambil menunggu assessment dari pihak terkait.
(dir/dir)
