Memahami Apa Itu Child Grooming

Memahami Apa Itu Child Grooming

Suci Risanti Rahmadania - detikJabar
Senin, 19 Jan 2026 00:05 WIB
Memahami Apa Itu Child Grooming
Buku Broken Strings. (Foto: Instagram @aurelie)
Jakarta -

Belakangan ini istilah child grooming viral di media sosial. Hal itu terjadi setelah Aurelie Moeremans mengungkap pengalaman pahitnya lewat buku berjudul 'Broken Strings'.

Lewat bukunya, Aurelie mengisahkan pengalaman pilu menjadi korban child grooming saat berusia 15 tahun. Aurelie berharap kisahnya menjadi pelajaran bagi siapapun, khususnya pada gadis muda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tujuannya agar mereka tidak menjadi korban. Sehingga, mereka bisa lebih waspada dan cerdik agar tak jadi korban.

Lantas, apa sebenarnya child grooming itu? Dikutip dari detikHealth, child grooming adalah proses manipulasi psikologis yang dilakukan pelaku untuk membangun kepercayaan, kedekatan emosional, dan ketergantungan pada anak, dengan tujuan eksploitasi, baik emosional, psikologis, maupun seksual.

ADVERTISEMENT

Menurut psikiater dr Lahargo Kembaren, Sp KJ, alasan pelaku melakukan grooming bukan karena cinta melainkan karena hal berikut.

Kebutuhan akan Kontrol

Pelaku merasa berkuasa saat bisa mengendalikan emosi dan keputusan anak.

Distorsi Kognitif

Pelaku membenarkan perilaku:

  • "Aku menyayangi, bukan menyakiti"
  • "Anaknya yang duluan nyaman"

Defisit Empati

Kesulitan merasakan penderitaan korban, fokus pada kepuasan diri.

Pengulangan Pola

Sebagian pelaku dulunya juga korban, namun luka yang tidak disembuhkan berubah menjadi pola menyakiti.

"Luka yang tidak disadari bisa berubah menjadi luka yang diwariskan," dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (17/1/2026).

Adapun dampak child grooming terhadap korban kerap kali tak langsung terlihat, namun bisa muncul bertahun-tahun kemudian. Dampaknya, seperti:

Psikologis

  • Kebingungan emosi
  • Rasa bersalah berlebihan
  • ⁠Sulit percaya orang lain
  • Trauma relasional

Relasi

  • Mudah terjebak hubungan tidak sehat
  • Sulit mengenali batasan
  • Takut menolak

Diri Sendiri

  • Harga diri rendah
  • Merasa "aku yang salah"
  • Kesulitan berkata tidak
  • Banyak korban baru menyadari: "Oh... itu ternyata bukan kedekatan yang sehat."

Artikel ini telah tayang di detikHealth

(suc/orb)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads