Kenali Perbedaan Sinusitis dan Rhinitis agar Tidak Salah Penanganan

Kenali Perbedaan Sinusitis dan Rhinitis agar Tidak Salah Penanganan

Gheyna Sabila Z - detikJabar
Sabtu, 17 Jan 2026 21:30 WIB
Kenali Perbedaan Sinusitis dan Rhinitis agar Tidak Salah Penanganan
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/kwanchaichaiudom)
Bandung -

Gangguan pernapasan yang menyebabkan bersin-bersin, hidung tersumbat, dan gatal sering kali dianggap sebagai gejala flu biasa. Padahal, di balik gejala tersebut, ada dua kondisi medis lain yang mungkin terjadi: sinusitis dan rhinitis.

Sebagian orang mungkin belum menyadari perbedaan kedua kondisi ini dan sering kali menganggapnya sama. Padahal, kesalahan mengenali gejala dapat menyebabkan penanganan yang tidak tepat sehingga keluhan berisiko kambuh dalam jangka panjang. Untuk itu, penting bagi kita memahami perbedaan sinusitis dan rhinitis serta cara tepat menanganinya.

Apa Itu Sinusitis?

Sinusitis merupakan kondisi saat rongga sinus-ruang berisi udara di sekitar hidung dan mata-mengalami peradangan dan pembengkakan. Kondisi ini sering kali ditandai dengan nyeri atau rasa tertekan pada dahi, pipi, atau sekitar mata, hidung tersumbat, pilek, hingga sakit kepala.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada umumnya, sinusitis disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang sering kali berasal dari masalah gigi atau gusi. Sinusitis juga dapat dipicu faktor lain, seperti riwayat asma, kelainan bentuk hidung, dan kebiasaan merokok.

Apa Itu Rhinitis?

Rhinitis adalah kondisi saat selaput lendir pada hidung mengalami peradangan. Hal ini memicu gejala seperti pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, gatal, dan produksi lendir berlebih. Rhinitis biasanya terjadi akibat reaksi alergi atau infeksi virus dan bakteri.

ADVERTISEMENT

Jenis-Jenis Rhinitis:

1. Rhinitis Alergi: Muncul sebagai reaksi terhadap zat pemicu (alergen), seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan.

2. Rhinitis Non-Alergi: Pembeda utamanya terletak pada pemicu. Kondisi ini tidak dipicu oleh alergen, melainkan muncul akibat perubahan cuaca ekstrem, suhu udara yang terlalu dingin atau panas, asap rokok, polusi, hingga aroma yang menyengat.

Perbedaan Sinusitis dan Rhinitis Secara Singkat

Sinusitis

  1. Peradangan terjadi di rongga sinus (sekitar hidung dan wajah).
  2. Disebabkan oleh infeksi atau sumbatan lendir yang menghambat aliran sinus.
  3. Nyeri wajah menjadi keluhan umum dan khas, terutama di dahi dan pipi.
  4. Bersin relatif jarang terjadi.
  5. Lendir cenderung kental dan berwarna kekuningan atau kehijauan.

Rhinitis

  • Peradangan terjadi pada lapisan dalam hidung (mukosa hidung).
  • Umumnya dipicu oleh alergi atau paparan iritan seperti debu dan polusi.
  • Jarang menimbulkan nyeri pada area wajah.
  • Gejala bersin muncul sangat sering, terutama pada pagi hari.
  • Lendir yang keluar biasanya encer dan bening.

Cara Penanganan

Sinusitis

1. Membersihkan hidung secara rutin dengan larutan saline.

2. Menggunakan antibiotik, obat pereda nyeri, atau dekongestan sesuai anjuran dan resep dokter.

Rhinitis

1. Menghindari pemicu alergi.

2. Menjaga kebersihan lingkungan dan kondisi rumah.

3. Menggunakan antihistamin atau semprotan hidung sesuai anjuran medis.

Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?

Pemeriksaan medis diperlukan agar pasien mendapat diagnosis pasti sehingga penanganan yang diberikan tepat sasaran. Segera konsultasikan ke dokter jika:

  • Gejala berlangsung lebih dari satu minggu.
  • Gejala muncul terus-menerus dalam frekuensi yang sering.
  • Nyeri pada wajah dan sakit kepala semakin berat.
  • Tubuh mengalami demam tinggi.
Halaman 2 dari 2
(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads