Demi Pulangkan Anak di Kamboja, Arkom Rela Ngutang hingga Jual Ternak

Demi Pulangkan Anak di Kamboja, Arkom Rela Ngutang hingga Jual Ternak

Deden Rahadian - detikJabar
Jumat, 09 Jan 2026 13:30 WIB
Demi Pulangkan Anak di Kamboja, Arkom Rela Ngutang hingga Jual Ternak
Momen pertemuan korban TPPO di Kamboja dengan keluarga di Tasikmalaya (Foto: Deden Rahadian/detikJabar)
Tasikmalaya -

Empat dari tujuh warga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja masih tertahan dan menunggu proses pemulangan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Tenaga Kerja Kabupaten Tasikmalaya, Faisal Soeparianto, membenarkan hal tersebut. Proses kepulangan saat ini sedang ditempuh oleh pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.

"Benar, tiga warga Kabupaten Tasikmalaya sudah pulang kemarin. Tersisa empat orang lagi yang masih dalam proses pemulangan," kata Faisal kepada detikJabar, Jumat (9/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data korban yang belum dipulangkan yakni Jamal dan Indra asal Desa Cikupa, Kecamatan Karangnunggal. Kemudian Dodi asal Desa Bojongasih, Kecamatan Bojongasih, serta Taopik asal Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu.

Sementara korban yang telah dipulangkan yaitu Dika Rakasiwi asal Desa Bojongasih, Kecamatan Bojongasih, serta Agam dan Dira Palah asal Desa Cikupa, Kecamatan Karangnunggal.

ADVERTISEMENT

"Empat orang tersebut rencananya akan dipulangkan pada Selasa, 12 Januari 2026," kata Faisal.

Orang Tua Korban Cari Pinjaman hingga Jual Ternak

Arkom (60), orang tua Jamal yang belum dipulangkan, mengaku waswas. Sambil berurai air mata, ia meminta agar anaknya bisa segera dipulangkan ke Indonesia. Bahkan, Arkom harus meminjam uang untuk biaya kepulangan anaknya.

"Saya meminta bantuan pemerintah, baik di kabupaten maupun provinsi, agar anak saya bisa pulang. Saya berusaha mengumpulkan uang dengan meminjam dari tetangga. Bahkan sampai menjual ternak untuk mendapatkan uang. Rencananya akan saya kirim untuk penyelesaian di sana," kata Arkom.

Di sisi lain, Agam, salah satu korban TPPO yang berhasil pulang, disambut oleh keluarga dan pihak Pemerintah Desa Cikupa dengan penuh keharuan.

"Saya bersyukur bisa berkumpul lagi dengan orang tua. Kami dibohongi di sana. Ada pengurangan upah setiap sepuluh hari," kata Agam.

Agam mengaku keberangkatannya ke luar negeri untuk bekerja dengan mengikuti temannya. Awalnya ia dijanjikan bekerja di Thailand, namun kemudian dialihkan ke Kamboja.

"Mudah-mudahan kawan saya yang masih di sana segera pulang," ujar Agam.

(yum/yum)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads