Darurat Sampah Bayangi Kota Bandung Mulai 12 Januari 2026

Darurat Sampah Bayangi Kota Bandung Mulai 12 Januari 2026

Rifat Alhamidi - detikJabar
Senin, 05 Jan 2026 18:10 WIB
Tumpukan sampah di Bandung
Tumpukan sampah di Bandung (Foto: Bima Bagaskara)
Bandung -

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan warga terkait potensi kembalinya krisis sampah pada 12 Januari 2026. Hal ini menyusul adanya pengurangan kuota pembuangan sampah dari Kota Bandung ke TPA Sarimukti.

Ditemui di Balai Kota Bandung, Farhan menyebut Kota Bandung terancam menghadapi tumpukan sampah tambahan sebanyak 200 ton per hari mulai 12 Januari mendatang. Sejumlah langkah antisipasi kini tengah disiapkan agar krisis tersebut tidak terulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampah ini harus saya sampaikan secara terbuka. Kondisi sekarang ada risiko mulai 12 Januari kita menghadapi tumpukan sampah 200 ton per hari karena pengurangan kuota ke TPA Sarimukti," ujar Farhan, Senin (5/1/2026).

Saat ini, timbulan sampah di Kota Bandung mencapai 1.500 ton per hari. Sebelumnya, kuota pembuangan ke TPA Sarimukti sempat mencapai 1.200 ton, namun kini dipangkas menjadi 980 ton per hari.

ADVERTISEMENT

Pascakrisis sebelumnya, Pemkot Bandung sempat mendapatkan relaksasi hasil lobi sehingga kuota pembuangan kembali ke angka 1.200 ton. Namun pada 2026, kebijakan relaksasi tersebut tidak lagi berlaku sehingga volume pembuangan menyusut kembali ke angka 980 ton per hari.

Masalahnya, kemampuan olah sampah mandiri Kota Bandung saat ini baru berkisar 300 ton per hari. Kondisi tersebut menyisakan sekitar 200 ton sampah harian yang terancam tidak terolah maupun tidak terangkut ke TPA Sarimukti.

"Jadi apa yang terjadi pada Oktober sampai November kemarin itu insyaallah tidak akan terulang. Tetapi risiko itu selalu ada, makanya dalam penanganan ini kita tidak bisa sendiri, harus melibatkan warga," bebernya.

Sebagai antisipasi, Pemkot Bandung dalam waktu dekat akan merekrut 1.597 petugas pemilah dan pengolah sampah (Gaslah) di tingkat kewilayahan. Mereka akan mendapat honor untuk mengedukasi warga agar memilah sampah sejak dari rumah.

Selanjutnya, Pemkot Bandung berencana menambah unit pengolah sampah seperti RDF (Refuse Derived Fuel) hingga insinerator. Farhan mengakui saat ini teknologi tersebut baru mampu mengolah puluhan ton sampah di Kota Bandung.

"Makanya akan kita dorong supaya kapasitasnya lebih besar. Titik-titik TPS yang rawan seperti Kobana dan Ciwastra akan segera kita tangani," ungkapnya.

"Terkait ancaman penumpukan 200 ton sampah per hari mulai 12 Januari, kita akan mengoptimalkan fasilitas pemusnahan, baik untuk sampah organik maupun nonorganik, menggunakan teknologi biodigester hingga insinerator," pungkasnya.

(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads