Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Panggalih merespons insiden intimidasi yang diduga dilakukan keluarga kepala desa terhadap seorang pemuda bernama Holis Muhlisin (31). Intimidasi kabarnya dilakukan karena Holis kerap mengkritik pembangunan di desa tersebut, di Facebook.
Ketua BPD Panggalih, Agus Suhendar saat dikonfirmasi wartawan Senin, (5/1/2026) menyayangkan kejadian tersebut. "Kami menyayangkan peristiwa itu terjadi. Saya juga tadi sudah telepon Pak Kades, saya sudah minta agar beliau menahan diri dan tidak arogan," ungkap Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menjelaskan, pihaknya berharap Kepala Desa bisa menerima masukan dari masyarakatnya. Jika terjadi kesalahpahaman, Agus berharap agar kedua belah pihak bisa duduk bersama dan mencari penyelesaian terbaik.
"Apapun yang terjadi, yang terpenting duduk bersama untuk mencari penyelesaian terbaik. Karena setiap manusia pasti memiliki kelemahan dan kesalahan," katanya.
Agus sendiri tidak memungkiri banyaknya jalan rusak di desanya. Namun, kata Agus, pihak desa terus berupaya untuk melakukan perbaikan, meskipun belum semuanya.
""Kami menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintahan desa. Termasuk mengingatkan dan mengevaluasi progres pembangunan yang belum terealisasi di tahun 2025. Di tahun 2026 ini, terdapat sejumlah titik lokasi yang direncanakan akan dilakukan perbaikan dengan catatan tetap disesuaikan dengan ketersediaan anggaran," pungkas Agus.
Sekadar diketahui, viral aksi intimidasi yang diduga dilakukan keluarga kepala desa terhadap Holis Muhlisin, seorang pemuda 31 tahun asal Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Holis diduga diintimidasi karena sering mengkritik kondisi desa.
Intimidasi ini diketahui oleh publik usai Holis mengunggah videonya di Facebook akhir Desember 2025 lalu. Dalam video tersebut, Holis digeruduk sejumlah orang, pria dan wanita, yang diduga merupakan kerabat dan keluarga kepala desa.
"Mau tenar kamu? Mau ngejago?," ucap pria dengan baju bergambar One Piece dalam video tersebut menggunakan Bahasa Sunda.
Holis yang menjadi objek intimidasi hanya bisa terdiam dan menunduk. Dia berupaya menjelaskan, tapi ucapannya acap kali dibantah hampir semua orang yang ada di sana.
Menurut Holis sendiri, aksi intimidasi itu terjadi pada tanggal 27 Oktober 2025 lalu. Dia kemudian mengunggahnya ke Facebook, pada tanggal 31 Desember 2025 kemarin.
(dir/dir)











































