Atlet terjun payung asal Banjaran, Kabupaten Bandung Widiasih (58) yang sebelumnya dilaporkan hilang di Pantai Batukaras, Pangandaran ditemukan tewas di hari keempat pencarian. Korban sudah dievakuasi SAR Gabungan.
Berikut 4 fakta dalam kejadian ini:
Ditemukan Nelayan Cilacap
Jenazah Widiasih ditemukan oleh nelayan asal Cilacap yang sedang menangkap keong laut di sekitar Keramba Susi di Pantai Timur Pangandaran pada Jumat (2/1) pagi pukul 06.48 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam kondisi tengkurap dan masih mengenakan pakaian lengkap terjun payung.
Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto membenarkan penemuan jenazah yang diduga penerjun payung yang tenggelam sejak Selasa lalu.
"Kami mendapatkan informasi dari nelayan pencari keong di sekitar Pantai Timur Pangandaran blok Keramba Susi," ucap Sakio saat dihubungi detikJabar.
Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan memantau insiden penerjun payung jatuh. Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar |
Usai mendapatkan informasi penemuan, SAR Gabungan Pangandaran yang selama ini melakukan pencarian di sekitar Pantai Batukaras langsung meluncur ke lokasi penemuan jenazah.
"Langsung tim SAR cek dan evakuasi jenazah," katanya.
Jasad Korban Langsung Dievakuasi
Ia menjelaskan bahwa Anwar, nelayan asal Cilacap tersebut, yang pertama kali menemukan korban saat melewati keramba.
"Ditemukan Anwar, nelayan Cilacap. Ia menghubungi nelayan Batukaras dan Ketua Rukun Nelayan (RN), karena kejadiannya masuk wilayah tersebut. Kemudian kami langsung koordinasi untuk evakuasi," ucapnya.
Untuk sementara, jenazah korban sudah dibawa ke posko evakuasi di pesisir Batukaras, sebelum nantinya dibawa ke RSUD Pandega. "Jenazah akan dibawa dulu ke RSUD Pandega untuk diidentifikasi," katanya.
3 Selamat dan 2 Tewas
Dalam kejadian ini, lima atlet mengalami kecelakaan. Kelima orang itu adalah Rusli (64), Widiasih (58), Karni (56), Almusthofa (56), dan Khudlori (54).
Mereka saat itu sedang mengikuti lomba terjun payung, namun gagal mendarat. Korban meninggal yakni Rusli dan Widiasih.
Kronologi Kejadian
Kelima penerjun payung itu awalnya melakukan terjun bebas dari ketinggian 10.000 kaki. Namun kemudian, mereka justru melompat di luar drop zone atau keluar zona yang ditentukan dalam pelaksanaan kejuaraan daerah (kejurda) terjun payung.
Alhasil, tiga penerjun yang mendarat yakni Khudlori, Karni, dan Almusthofa jatuh di atas pasir Pantai Bojongsalawe dalam keadaan selamat meski mengalami sedikit luka-luka. Sementara itu, Rusli dan Widiasih terjatuh ke laut Pantai Batukaras.
(yum/yum)

