Tahun 2025 kembali menjadi catatan kelam bagi pengelolaan sampah di Kota Bandung. Masalah keberadaan gunung-gunung sampah di berbagai titik tampak terus berulang. Baik di kawasan pasar-pasar tradisional, TPS yang meluber, hingga menumpuk di sisi-sisi jalan raya.
Keluhan warga pun datang silih berganti. Gunungan sampah tersebut beberapa kali diangkut, namun tak pernah benar-benar hilang. Ia seolah hanya menunggu waktu untuk muncul kembali di tempat lain.
Akar masalahnya pun nyaris tak berubah dari tahun-tahun sebelumnya. Yakni produksi sampah harian yang terus melaju, sementara kapasitas pengangkutan dan pengolahan berjalan tertatih.
Berikut adalah rangkuman masalah sampah yang menjadi potret paling mencolok di Kota Bandung sepanjang tahun ini :
1. Gurun Sampah Gedebage
Awal tahun dibuka dengan permasalahan "gurun" sampah yang muncul di Pasar Induk Gedebage. Tumpukan sampah yang telah padat dan menggunung bak gurun tersebut berada di bagian belakang pasar dan diketahui belum diangkut sejak Desember 2024.
Tak hanya menimbulkan bau tak sedap, keberadaan sampah tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga. Kegiatan belajar mengajar (KBM) sebuah PAUD inklusi yang letaknya berdekatan dengan lokasi pembuangan terpaksa dipindahkan ke salah satu masjid di area pasar akibat kondisi yang sudah tak memungkinkan.
Masalah di Gedebage tak sekadar soal tumpukan sampah. Tanggung jawab pengelolaannya sempat berpolemik, mencerminkan lemahnya koordinasi antar pihak terkait. Pada 28-29 April 2025, sekitar 600 ton sampah akhirnya diangkut dari kawasan tersebut menuju TPA Sarimukti.
2. 100 Ton Sampah di Gunung Batu
Di kawasan Gunung Batu, persoalan sampah muncul dengan pemandangan yang tak kalah mengkhawatirkan. Tumpukan sampah setinggi hampir dua meter terlihat menutupi sisi Jalan Gunung Batu, tepatnya di TPS Gunung Batu Barat, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo.
Pantauan detikJabar pada awal Juni 2025 memperlihatkan sampah yang menumpuk hampir meluber ke bahu jalan. Air lindi mulai muncul dan bau menyengat menusuk hidung setiap pengendara yang melintas. Menurut Ujang Rusmana, salah seorang petugas TPS, penumpukan ini telah terjadi sejak usai Lebaran Idul Fitri 2025.
Kondisi tersebut tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan kesehatan dan keselamatan pengguna jalan. Ironisnya, tumpukan ini baru diangkut pada pertengahan November 2025. Saat itu, total sampah yang berhasil diangkut mencapai 100 ton!
3. Sampah Menahun di Pasar Cihaurgeulis
adVMasalah sampah yang tak kalah parah terlihat di Pasar Cihaurgeulis. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, sempat meninjau langsung pasar tersebut pada akhir Juni 2025 dan menemukan tumpukan sampah setinggi lebih dari tiga meter.
Gunung sampah tersebut bahkan diketahui sudah tak terangkut selama tiga tahun! Erwin menegaskan bahwa sampah yang menggunung di pasar itu telah menjadi masalah bertahun-tahun dan mengancam kesehatan warga sekitar.
"Saya kemarin siang ke sana, alhamdulillah malamnya sudah dibereskan, (diangkut pakai) 15 truk. Sampah itu sudah dua sampai tiga tahun sudah diurus, kan gila itu," ujar Erwin pada Selasa (24/6/2025).
(orb/orb)