Pagi di penghujung tahun menghadirkan suasana yang tak biasa di Kota Bandung. Jalanan yang biasanya dipenuhi deru mesin angkutan kota (angkot), hari ini justru terasa lengang.
Pantauan detikJabar, sejumlah ruas jalan utama tampak bersih dari aktivitas angkot. Di Jalan Abdurrahman Saleh, kendaraan pribadi melaju tanpa terganggu angkot yang biasa berhenti mendadak.
Situasi serupa juga terpantau di Jalan Pajajaran, Jalan Cicendo, hingga kawasan sekitar pintu masuk selatan Stasiun Bandung dan Jalan Stasiun Timur. Tak satu pun angkot tampak beroperasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab lengangnya jalanan ini adalah keputusan Pemerintah untuk meliburkan operasional angkot selama momen pergantian Tahun Baru.
Sebagai kompensasi atas libur dua hari tersebut, para pengemudi angkot menerima uang pengganti sebesar Rp 600 ribu.
Kebijakan ini membuat arus lalu lintas terasa lebih lancar dari biasanya. Namun di sisi lain, masyarakat yang bergantung pada angkot harus menyesuaikan cara beraktivitas.
Sandi, seorang pengendara motor yang ditemui di kawasan Jalan Pajajaran, mengaku baru menyadari absennya angkot sejak pagi.
"Terasa sekali sepinya. Biasanya di sini banyak angkot ngetem atau pelan-pelan, sekarang jalan lebih lancar," ujar Sandi.
Meski demikian, Sandi menilai kebijakan meliburkan angkot di momen tahun baru menimbulkan dampak ganda. Dari sisi kelancaran lalu lintas, ia mengaku diuntungkan. Namun ia juga memahami kondisi warga lain yang mengandalkan angkot sebagai moda transportasi utama.
"Buat saya yang naik motor mungkin enak, tapi kasihan juga yang biasa naik angkot. Mudah-mudahan kompensasi yang diberikan pemerintah cukup untuk para sopir," katanya.
(bba/mso)











































