Pasar Buku Palasari, Wangi Kertas yang Menolak Mati di Era Digital

Shifa Lupiah Ajijah - detikJabar
Minggu, 28 Des 2025 11:00 WIB
Toko Buku di Pasar Buku Palasari (Foto: Shifa Lupiah Ajijah/detikJabar).
Bandung -

Aroma khas kertas langsung menyergap indra penciuman begitu kaki melangkah masuk ke kawasan Pasar Buku Palasari, Bandung. Di bawah naungan atap yang melindungi ribuan judul buku, tumpukan buku yang menjulang tinggi, seolah benteng ilmu pengetahuan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, buku pelajaran sekolah tak lagi mendominasi di etalase paling depan. Justru deretan novel fiksi populer, buku sejarah, hingga literatur politik kini menjadi primadona yang dipajang mencolok untuk memikat pengunjung.

Namun, di balik tumpukan buku yang estetik itu, para pedagang sedang berjuang keras. Pasar yang dulu jadi tujuan utama pelajar dan mahasiswa di Bandung ini, sekarang harus menghadapi tantangan berat: era serba digital.

Jejak Sejarah: Dari Alun-alun ke Palasari

Pasar Buku Palasari bukan sekadar tempat transaksi jual beli, melainkan sebuah monumen sejarah perbukuan di Kota Kembang. Rukmawan (62), atau akrab disapa Wawan, seorang pedagang senior sekaligus Ketua Paguyuban Pasar Buku Palasari menuturkan bahwa pedagang buku sejatinya sudah eksis sejak 1970-an.

"Dulu lokasinya tidak di sini, tapi di Alun-alun, depan Bioskop Dian, tepatnya di Jalan Dalem Kaum No. 58 dan Bioskop Nusantara (sekarang menjadi kantong parkir)," kenang Wawan.

Wawan, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Buku Palasari (Foto: Shifa Lupiah Ajijah/detikJabar)

Pedagang dipindahkan ke lokasi Palasari saat ini sekitar 1980, sebagai dampak penataan kota menjelang peringatan Konferensi Asia Afrika agar kota terlihat lebih rapi.

Sejarah Palasari juga diwarnai oleh tragedi dan kebangkitan. Wawan mencatat dua peristiwa kebakaran besar yang pernah melanda, yakni satu peristiwa yang menghanguskan pasar secara total, dan kebakaran kedua yang menghabiskan separuh area pasar.

Meskipun diterpa bencana tersebut, para pedagang memilih bertahan.

"Ya gimana hidupnya di sini, mau gimana lagi," ujar Wawan.


(mso/mso)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork