UMK Jabar 2026 Ditetapkan, Segini Selisihnya dengan UMK 2025

UMK Jabar 2026 Ditetapkan, Segini Selisihnya dengan UMK 2025

Yudha Maulana - detikJabar
Kamis, 25 Des 2025 05:30 WIB
UMK Jabar 2026 Ditetapkan, Segini Selisihnya dengan UMK 2025
Ilustrasi gaji karyawan (Foto: Getty Images/iStockphoto/AndreyPopov)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Barat tahun 2026. Pengumuman itu tertuang dalam Kepgub No 561.7/Kep.862-Kesra/2025 yang ditandatangani pada 24 Desember 2025.

Secara umum, kenaikan UMK di Jawa Barat untuk tahun 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dengan rata-rata kenaikan di kisaran 5% hingga 7%. Wilayah Metropolitan Rebana dan Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) masih mendominasi urutan teratas sebagai daerah dengan upah tertinggi.

Kota Bekasi tetap mempertahankan posisinya sebagai daerah dengan UMK tertinggi di Jawa Barat, yang kini hampir menyentuh angka Rp 6 juta. Kenaikan nominal di wilayah industri ini relatif besar karena basis upah tahun sebelumnya yang sudah tinggi, sehingga meskipun persentasenya tidak selalu yang tertinggi, tambahan rupiah yang diterima pekerja cukup signifikan untuk mengimbangi biaya hidup di kota satelit DKI Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lonjakan Persentase di Wilayah Penyangga

Hal yang menarik dalam data tahun 2026 adalah adanya lonjakan persentase kenaikan yang cukup berani di wilayah penyangga dan daerah yang sedang berkembang. Kabupaten Majalengka mencatatkan kenaikan persentase tertinggi mencapai 7,93%, disusul oleh Kabupaten Cirebon dan wilayah Priangan Timur seperti Kota Banjar dan Kabupaten Kuningan yang juga mengalami kenaikan di atas 7%.

Fenomena ini mengindikasikan upaya pemerintah provinsi untuk mulai memperkecil kesenjangan (gap) upah antar wilayah, sekaligus menyesuaikan dengan geliat ekonomi di sekitar Bandara Kertajati dan koridor industri baru di timur Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

Kenaikan rata-rata sebesar Rp 150.000 hingga Rp 380.000 per bulan ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Bagi para pelaku usaha, kenaikan ini tentu menuntut efisiensi produktivitas yang lebih tinggi, terutama di sektor padat karya. Di sisi lain, bagi pekerja, selisih kenaikan ini menjadi jaring pengaman sosial agar standar hidup minimum tetap terpenuhi.

Perbandingan UMK Jawa Barat 2025 vs 2026

Sumber: Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 561.7/Kep.862-Kesra/2025

NoKabupaten/KotaUMK 2025 (Rp)UMK 2026 (Rp)Kenaikan (Rp)%
1Kota Bekasi5.690.7535.999.443308.6905,42%
2Kabupaten Bekasi5.558.5155.938.885380.3706,84%
3Kabupaten Karawang5.599.5935.886.853287.2605,13%
4Kota Depok5.195.7225.522.662326.9406,29%
5Kota Bogor5.126.8975.437.203310.3066,05%
6Kabupaten Bogor4.877.2115.161.769284.5585,83%
7Kabupaten Purwakarta4.792.2535.052.856260.6035,44%
8Kota Bandung4.482.9144.737.678254.7645,68%
9Kota Cimahi3.863.6924.090.568226.8765,87%
10Kab. Bandung Barat3.736.7413.984.711247.9706,64%
11Kabupaten Bandung3.757.2853.972.202214.9175,72%
12Kabupaten Sumedang3.732.0883.949.856217.7685,83%
13Kabupaten Sukabumi3.604.4833.831.926227.4436,31%
14Kabupaten Subang3.508.6273.737.482228.8556,52%
15Kabupaten Cianjur3.104.5843.316.191211.6076,82%
16Kota Sukabumi3.018.6353.192.807174.1725,77%
17Kota Tasikmalaya2.801.9632.980.336178.3736,37%
18Kabupaten Indramayu2.794.2372.910.254116.0174,15%
19Kabupaten Cirebon2.681.3822.880.798199.4167,44%
20Kota Cirebon2.697.6852.878.646180.9616,71%
21Kab. Tasikmalaya2.699.9922.871.874171.8826,37%
22Kabupaten Majalengka2.404.6332.595.368190.7357,93%
23Kabupaten Garut2.328.5552.472.227143.6726,17%
24Kabupaten Ciamis2.225.2792.373.644148.3656,67%
25Kabupaten Kuningan2.209.5192.369.380159.8617,23%
26Kota Banjar2.204.7542.361.241156.4877,10%
27Kab. Pangandaran2.221.7242.351.250129.5265,83%

*Catatan: UMK 2025 tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561.7/Kep.798-Kesra/2024

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads