Mengambil rapor anak selama ini identik dengan peran ibu. Namun, suasana berbeda terlihat di penghujung tahun ajaran di SDN 001 Merdeka, Kota Bandung. Sejumlah ayah turut hadir mengambil rapor anak mereka, menunjukkan keterlibatan yang semakin nyata dalam pendidikan anak.
Pengambilan rapor tidak selalu harus diwakilkan oleh ibu. Di sela kesibukan, beberapa ayah menyempatkan waktu untuk melihat langsung perkembangan anak di sekolah. Tim detikJabar menyaksikan langsung momen tersebut saat pembagian rapor berlangsung di SDN 001 Merdeka.
Salah satunya adalah Permana, seorang ayah yang untuk pertama kalinya mengambil rapor anaknya ke sekolah. Ia mengaku memiliki kesan tersendiri saat hadir langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebetulan lagi libur kerja, jadi saya bisa ikut mengambil rapor anak. Biasanya kan sama ibunya," ujarnya, Rabu (24/12/2025).
Permana juga menyambut baik imbauan pemerintah mengenai gerakan ayah mengambil rapor. Menurutnya, kehadiran ayah saat momen pengambilan rapor dapat memberikan dampak emosional yang positif bagi anak.
"Bagus gerakan ini, supaya anak juga merasakan perhatian dari ayah, bukan semata-mata kasih sayang dari ibu," tambahnya.
Suasana pembagian rapor di SD Bandung (Foto: Fauzan Muhammad/detikJabar). |
Pendapat serupa disampaikan Toni, ayah lain yang turut hadir saat pembagian rapor. Ia menilai keterlibatan ayah sangat memungkinkan selama ada waktu luang. Jika berhalangan mengambil rapor, ayah tetap bisa berperan dalam bentuk lain, seperti mengantar atau menjemput anak. "Kalau ayah santai, ya bisa ambil rapor. Intinya, yang paling penting itu kehadiran orang tua di momen tertentu, seperti saat ambil rapor ini," jelasnya.
Kehadiran para ayah di SDN 001 Merdeka menjadi gambaran bahwa peran orang tua dalam pendidikan anak dapat dijalankan secara bersama. Kehadiran ini menekankan bahwa di balik nilai akademis, terdapat dukungan emosional dan kebersamaan yang penting bagi perkembangan anak dan penguatan ikatan keluarga.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menerbitkan surat edaran yang mengimbau para ayah untuk mengambil rapor anak di sekolah.
Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) ke sekolah, yang ditetapkan di Jakarta pada 1 Desember 2025.
Di Kota Bandung sendiri, memang belum ada regulasi baku untuk mendukung gerakan itu. Namun, para ayah tetap diimbau agar bisa datang ke sekolah dan mendampingi anaknya untuk mengambil rapor.
"kita tidak posisi mengeluarkan suatu kebijakan dari Pak Wali, tapi lebih bahwa kegiatan ini kan sudah berjalan di tahun-tahun sebelumnya. Dan ini sekaligus untuk memperlihatkan eksistensi ya. Bahwa ayah atau ibu itu betul-betul hadir ya, cinta terhadap anaknya," kata Kadisdik Kota Bandung Asep Saepul Gufron saat dihubungi detikJabar, Jumat (19/12/2025).

