Bandung Coffee Carnival Tawarkan Pengalaman Edukatif tentang Kopi

Wisma Putra - detikJabar
Minggu, 30 Nov 2025 20:45 WIB
Abah Emip Tunjukan Tanaman Kopi di Bandung Coffee Carnival. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Suasana Atrium Ciunik, Summarecon Mall Bandung tampak beda. Ruangan mal yang biasanya tercium wangi pengharum ruangan, kini berubah. Aromanya kini berganti menjadi kopi. Aroma kopi itu tercium hingga beberapa puluh meter, jauh sebelum memasuki Atrium Ciunik. Aromanya wangi dan menyegarkan saat dihirup. Aroma tersebut berasal dari sejumlah tenant kopi yang sedang mengikuti Bandung Coffee Carnival.

Dari sekian banyak tenant, ada satu tenant yang mencuri perhatian banyak orang maupun detikJabar. Tenant itu milik Klasik Beans Puntang. Tenant Klasik Beans Puntang dibuat menyerupai replika kebun dan tempat pengolahan kopi. Di bagian depan, ada tanaman kopi dari mulai persemaian, bibit, hingga pohon yang siap tanam.

Mereka juga memajang green bean, biji kopi, hingga kopi yang sudah disangrai. Selain itu, dipajang pula produk kopi siap jual dalam beragam kemasan. Pengunjung juga bisa melihat peralatan untuk produksi kopi. Juga terdapat peralatan kebun dan mesin sangrai kopi yang digunakan untuk memproses biji hingga siap jual.

"Selain menjual kopi, sedikitnya kami juga mengedukasi orang-orang yang ingin mengetahui proses kopi. Kami memberi tahu prosesnya, dari penanaman dan lainnya, sebelum kopi siap dikonsumsi," kata salah satu Tim Klasik Beans Puntang, Elga.

Elga berujar, tampilan tenant yang berbeda tersebut membuat banyak orang tertarik dengan kopi dan mengonsumsi kopi. "Semoga masyarakat lebih sadar dan memahami lagi tentang kopi," ujarnya.

Tenant milik Klasik Beans Puntang ini dinilai unik dan menarik oleh pengunjung, salah satunya Lala (25). Lala mengatakan, ia bisa belajar banyak tentang kopi di tenant tersebut. "Banyak pengetahuan dan wawasan yang saya dapat tentang kopi. Positif banget, menarik juga, apalagi di sini alat peraganya juga banyak," kata Lala.

Di acara itu, Lala juga membeli banyak produk kopi yang dibeli untuk suaminya. "Saya membeli banyak produk untuk suami. Produknya bagus-bagus, pasti suami suka," tambahnya.

Kopi Bisa Antisipasi Bencana Alam

Petani Klasik Beans Puntang Abah Emip (38) mengatakan, pohon kopi memiliki khasiat bagus bagi alam dan bisa menahan tanah. Kopi juga bisa mencegah erosi dan longsor, serta bisa mengantisipasi banjir. "Khasiat pohon kopi bagus, memperkuat tanah dan bisa menyimpan air, jadi tidak mengakibatkan longsor. Lahan kritis yang rentan alami longsor ditanami kopi," ungkapnya.

Emip menjelaskan, Kelompok Tani Klasik Beans Puntang yang berlokasi di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung memiliki banyak petani yang beralih komoditas dari petani sayur ke kopi. Emip menambahkan, hal tersebut terjadi karena kopi kini memberikan keuntungan yang sangat ekonomis dibandingkan sayur.

"Ada 52 hektar dari 32 petani. Sekarang ada kemajuan karena perubahan alih petani sayur ke petani kopi, itu berlangsung sejak 2014. Dulu banyaknya petani sayur," ujarnya.

Emip juga menyebut, lahan kebun teh yang beralih fungsi jadi lahan sayur, bisa ditanami kopi untuk antisipasi bencana alam. Namun sebelum ditanam kopi, harus ada pohon naungan dulu.

"Bisa, bisa banget, bagus jika ditanami kopi. Tapi harus ditanami pohon naungan dulu," tuturnya.

"Dulu bukan hanya tanam kopi, tapi penghijauan. Lalu kita tanam kopi supaya ada manfaatnya. Alam ada manfaatnya, kita juga terima manfaatnya," tambahnya.

Ekspor ke Asia Hingga Eropa

Banyak petani yang untung dengan menanam kopi. Tak hanya di dalam negeri, produk Klasik Beans Puntang juga dijual ke luar negeri alias diekspor. Hal tersebut dikatakan Tim Klasik Beans Puntang, Anis. "Ekspor, kalau yang sedang berjalan ke Jepang, Jerman, Belanda, Perancis, dan ke Amerika sebagian," kata Anis kepada detikJabar.

Anis menyebut, untuk kapasitas produksi tahun ini hanya mampu mencapai 100 ton. Menurutnya, permintaan pasar tinggi, tapi pihaknya masih terkendala kapasitas produksi. "Per musim panen kami ekspor 100 ton, itu sudah barang jadi. Ekspor kami lakukan secara mandiri, tidak melalui agregator," ujarnya.

Anis mengatakan, terakhir pihaknya kirim kopi ke Jepang di Bulan Oktober dan berikutnya di Bulan Desember akan kirim kopi ke Prancis. "Tahun 2010-2011 penjualan pertama ke luar. Sebelum ke lokal, kami jualan dulu ke luar," tambahnya.

Kegiatan Bandung Coffee Carnival didukung oleh BRImo. Setiap transaksi yang dilakukan pengunjung dapat menggunakan Aplikasi BRImo dan memindai (scan) *barcode* yang disediakan di setiap tenant.

Transaksi menggunakan merchant BRI lebih praktis karena tidak perlu menyiapkan uang kembalian. Manfaat untuk konsumen adalah memberikan lebih banyak pilihan pembayaran, lebih sederhana karena tidak perlu membayar dengan uang tunai (cash), serta pembayaran menggunakan kartu atau scan barcode QRIS. Selain itu, transaksi pembelian menjadi lebih modern dan efisien, dan konsumen, khususnya nasabah BRI, dapat menikmati program-program BRI.




(iqk/iqk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork