Pergerakan Tanah di Ciamis, Ratusan Warga Mengungsi

Pergerakan Tanah di Ciamis, Ratusan Warga Mengungsi

Dadang Hermansyah - detikJabar
Kamis, 13 Nov 2025 12:30 WIB
Pergerakan Tanah di Ciamis, Ratusan Warga Mengungsi
Kondisi retakan rumah cukup besar akibat pergerakan tanah di Desa Payungagung Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)
Ciamis -

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya bencana gerakan tanah di dua dusun Desa Payungagung. Pergerakan tanah mulai terjadi Senin (10/11/2025), pukul 15.00 WIB, hingga kini terus terjadi dan meluas.

Bencana akibat hidrometeorologi tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga rusak dan puluhan kepala keluarga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Desa Payungagung Muhamad Haris Nasution mengatakan, pergerakan tanah terjadi di dua dusun, yakni Susun Limusagung dan Dusun Pamekaran. Di Dusun Limusagung tercatat dua rumah rusak kategori berat dan sedang, dengan dua kepala keluarga atau 6 jiwa terdampak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara di Dusun Pamekaran, sebanyak 47 unit rumah terdampak, terdiri atas delapan rusak berat, lima rusak sedang, dan 34 rusak ringan. Total ada 57 kepala keluarga atau 158 jiwa yang merasakan dampak langsung.

"Ada juga 7 rumah lainnya beserta satu masjid dilaporkan terancam akibat retakan tanah yang terus meluas. Sebanyak 68 kepala keluarga terdiri dari 191 jiwa)dari dua dusun tersebut telah mengungsi ke lokasi aman untuk sementara waktu. Rata-rata ke rumah kerabat , keluarganya dan madrasah," ungkap kepala desa saat ditemui di lokasi.

ADVERTISEMENT

Pantauan di lokasi, pada siang hari, sejumlah warga telah memindahkan perabotan rumahnya ke tempat aman. Sedangkan pada malam hari mereka mengungsi ke rumah kerabat, saudaranya dan madrasah. Rumah yang tinggalkan kondisinya cukup memprihatinkan, bagian dinding retak-retak cukup lebar, lantai retak-retak bahkan ada juga yang sudah miring.

Haris menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Ciamis dan aparat setempat untuk melakukan penanganan cepat. Sejumlah bantuan darurat berupa paket sembako telah disalurkan kepada warga terdampak.

"Kami berterima kasih kepada BPBD dan seluruh pihak yang sudah turun membantu," jelasnya.

Kondisi retakan rumah cukup besar akibat pergerakan tanah di Desa Payungagung Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis.Kondisi retakan rumah cukup besar akibat pergerakan tanah di Desa Payungagung Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani membenarkan terjadi pergerakan tanah di Desa Payungagung, Kecamatan Panumbangan. Kejadian tersebut berawal setelah curah hujan tinggi selama beberapa hari menyebabkan tanah di wilayahnya menjadi lembap dan jenuh air. Akibatnya, kontur tanah di beberapa dusun mengalami pergeseran.

"Air hujan yang terus meresap membuat kadar air tanah meningkat dan akhirnya terjadi pergerakan tanah. Kondisi ini sudah sering terjadi di wilayah kami, terutama di daerah dengan kemiringan tinggi," ujar Ani.

Berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Ciamis, wilayah Desa Payungagung memang memiliki riwayat kejadian serupa. Bencana gerakan tanah tercatat pernah terjadi pada Februari 2010, April 2015, Maret 2016, Februari 2018, dan April 2024. Kondisi geografis serta curah hujan yang tinggi membuat wilayah ini sangat rentan terhadap pergeseran tanah.

Hingga kini, pergerakan tanah masih menghantui warga Desa Payungagung karena retakan-retakan masih terus terjadi dan cukup cepat. Petugas BPBD dan desa pun masih bersiaga di lokasi.

(yum/yum)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads