Dua pendaki pemula dilaporkan sempat hilang saat mendaki Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat, pada Sabtu (27/9/2025). Keduanya adalah Amar (15) pelajar SMK Pasim dan Parel (15) pelajar SMAN 1 Kota Sukabumi. Diketahui mereka mendaki secara ilegal alias tanpa izin resmi.
Volunteer Panthera, Eng Yanto menjelaskan, kronologi bermula saat salah satu orang tua siswa melapor ke kantor resort usai anaknya dikabarkan tersesat di jalur pendakian.
"Pertama kami dapat info dari keluarganya Parel. Dia sempat kontak ke pacarnya Amar (pendaki lainnya) dan bilang tersesat. Setelah itu hilang komunikasi," ujar Eng Yanto saat dikonfirmasi, Minggu (29/9/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Eng, sekitar pukul 17.30 WIB keluarga Amar ikut menanyakan kondisi. Petugas gabungan bersama relawan, keluarga, dan mahasiswa PKL kemudian sepakat melakukan pencarian pukul 19.00 WIB. Namun di tengah perjalanan, keluarga Parel memilih kembali karena kondisi fisik tak memungkinkan.
Tim kecil beranggotakan lima orang melanjutkan pendakian dan akhirnya menemukan pendaki yang hilang sekitar pukul 22.30 WIB. "Mereka ditemukan di bawah pohon puspa, sebelum Simpang Gondrong. Dia sedang tidur, kondisi aman," jelas Eng.
Dari keterangan pendaki, mereka mengaku kehilangan jejak jalur sejak pukul 10.00 WIB dan hanya berputar-putar hingga memutuskan diam di tempat. Keduanya kini sudah dibawa ke kantor resort dan dijemput keluarga.
"Tadi malam sudah ketemu, dan sudah dipulangkan ke keluarganya," tambah Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Selabintana Topik Adirahman.
Topik mengatakan, keduanya merupakan pendaki pemula dan ilegal. "Iya belum pernah, masih pemula dan mereka ilegal," ujarnya.
Petugas mengimbau masyarakat yang hendak mendaki Gunung Gede Pangrango agar mengikuti prosedur perizinan resmi untuk keselamatan dan memudahkan proses evakuasi bila terjadi keadaan darurat.
(dir/dir)











































