Tiap 5 Hari Sekali, Satu Warga Jabar Akhiri Hidup

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Rabu, 17 Sep 2025 08:30 WIB
Ilustrasi garis polisi (Foto: Dok.Detikcom)
Bandung -

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Kasus bunuh diri di Indonesia menunjukkan tren kenaikan. Berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Bareskrim Polri, sepanjang 2024 tercatat ada 1.455 kasus bunuh diri di seluruh Indonesia.

Angka tersebut naik sekitar 100 kasus dibanding tahun sebelumnya. Di tahun 2023, total tercatat ada 1.350 kasus bunuh diri di seluruh Indonesia. Dari angka tersebut, Jawa Barat menyumbang puluhan angka kasus per-tahun.

Sepanjang tahun 2024, setidaknya terdapat 72 kasus bunuh diri yang terjadi di Jawa Barat. Dari rata-rata angka tersebut setara dengan satu kasus bunuh diri terjadi setiap lima hari.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan RI Imran Pambudi mengatakan, angka kasus di Jawa Barat tersebut kemungkinan besar tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Terlebih, Jawa Barat adalah provinsi dengan penduduk terbanyak se-Indonesia.

"Jawa Barat seharusnya lebih banyak. Karena bila dilihat dari jumlah penduduknya yang paling banyak di Indonesia, angka kasus tersebut tergolong kecil," ungkap Imran ketika dihubungi detikJabar, Selasa (16/9/2025).

Masih Jadi Gunung Es

Imran membandingkan dengan estimasi angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia yang ditangani Polri dengan yang dilaporkan oleh Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME). Hasilnya terdapat selisih angka yang cukup jauh.

"Di dalam estimasi yang dibuat oleh IHME, mereka mengatakan kematian akibat bunuh di Indonesia akibat bunuh diri ada sekitar 4.300-an kasus. Itu estimasi tahun 2021, cukup jauh dengan data saat ini, sehingga menunjukkan adanya under reporting," paparnya.

Di sepanjang tahun 2021, Pusiknas Bareskrim Polri mencatat bahwa kasus bunuh diri di Indonesia ada sebanyak 620 kasus. Hanya sekitar 14% dari estimasi IHME.

Hal tersebut, ia mengatakan, menunjukkan bahwa kasus di Jawa Barat pun kemungkinan besar lebih banyak yang belum tercatat dalam laporan secara resmi.

"Saya tidak tahu angka pastinya karena harus dilihat dari berbagai variabel. Namun angka tersebut menunjukkan adanya kendala dalam pelaporan. Jumlah aslinya kemungkinan lebih besar," terangnya.

Hal ini juga diperkuat oleh jurnal tentang profil statistik bunuh diri di Indonesia yang dipublikasikan di The Lancet Regional Health Southeast Asia pada Februari 2024 (Onie, Sandersan et al).

Penelitian tersebut mengumpulkan dan menganalisa data angka bunuh diri di Indonesia sepanjang 2016 hingga 2021 dari lima sumber. Yakni data kepolisian, angka kematian, database nasional, survey provinsi, hingga data WHO.

Hasil analisanya menunjukkan bahwa angka under reporting tentang kasus bunuh diri di Indonesia sangat tinggi, yakni mencapai 859.10%. Hal tersebut menunjukkan bahwa data tentang bunuh diri yang sebenarnya bisa 8,59 kali lebih banyak dibandingkan dengan laporan resmi yang dipublikasikan.

Sementara itu, provinsi dengan angka kasus bunuh diri tertinggi di rentang 2016-2021adalah Bali, Kepulauan Riau, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Kalimantan Tengah.

Lebih lanjut, data Pusiknas menunjukkan bahwa mayoritas kasus bunuh diri yang berhasil diidentifikasi disebabkan oleh masalah ekonomi. Jumlah kasus bunuh diri yang disebabkan faktor ekonomi ada sebanyak 31,91% dari total kasus di Indonesia.

Faktor lainnya yang mendominasi adalah faktor kesengajaan (31%), masalah sosial dan salah paham (17,6%), dan sisanya oleh dendam, sengketa lahan, atau penyebab lainnya.

Sementara itu, sebanyak 137 kasus atau 16,1% tidak diketahui penyebabnya. Adapun sebagian besar pelaku bunuh diri juga merupakan laki-laki, yakni mencapai lebih dari 70% dari total kasus.




(iqk/iqk)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork