Penampakan Puing Rumah MPR RI Pasca Dibakar Massa Demo di Bandung

Penampakan Puing Rumah MPR RI Pasca Dibakar Massa Demo di Bandung

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Sabtu, 30 Agu 2025 13:25 WIB
Rumah MPR RI di Jalan Diponegoro Bandung yang dibakar massa saat unjuk rasa.
Rumah MPR RI di Jalan Diponegoro Bandung yang dibakar massa saat unjuk rasa. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Aksi demonstrasi yang berlangsung di depan kantor DPRD Jawa Barat (Jabar) pada Jumat (29/8/2025) kemarin berakhir dengan kericuhan hingga diwarnai oleh aksi pembakaran sejumlah aset. Salah satu insiden paling mencolok adalah terbakarnya sebuah rumah yang berlokasi strategis di seberang kantor legislator provinsi tersebut. Rumah yang belakangan diketahui sebagai Mess MPR RI itu kini menyisakan puing-puing, menjadi saksi bisu amuk massa.

Ditelusuri dari sumber terbuka, rumah yang kini hangus itu merupakan Mess MPR, yang berfungsi sebagai wisma atau tempat tinggal yang terkait dengan aktivitas Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Lokasinya memang sangat strategis, tepatnya di Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Dulunya, bangunan ini bahkan pernah digunakan sebagai rumah jabatan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Pada saat aksi unjuk rasa terjadi, bangunan bersejarah itu menjadi sasaran kemarahan massa. Aksi pembakaran bermula saat sebagian massa yang beringas, setelah tuntutan mereka di depan DPRD Jabar tak didengar, mengincar rumah tersebut. Sebelum api melahap habis, massa sempat merusak rumah itu sembari melemparkan bom molotov. Tak lama setelah itu, massa turut membakar rumah tersebut hingga membuat kobaran api membumbung tinggi, mengubah bangunan kokoh itu menjadi reruntuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi Pasca-Pembakaran: Saksi Bisu Amuk Massa

Kini, yang tersisa hanyalah puing-puing. Dinding-dinding yang semula berdiri tegak kini menghitam, dengan beberapa bagian runtuh menyisakan kerangka yang rapuh. Atap bangunan kemungkinan besar telah ambruk, meninggalkan lubang menganga yang memperlihatkan langit. Pecahan kaca berserakan di tanah, bercampur dengan arang dan sisa-sisa material bangunan yang hangus.

Asap dan bau hangus masih mungkin tercium samar, memberikan gambaran betapa dahsyatnya api melahap rumah tersebut. Bekas-bekas lemparan batu dan molotov mungkin masih terlihat di sisa dinding yang berdiri, menjadi bukti kekerasan yang terjadi. Pemandangan ini kontras dengan fungsi awalnya sebagai wisma yang tenang dan tempat tinggal.

ADVERTISEMENT

Kisah di Balik Kobaran Api, ART yang Terjebak

Di balik insiden pembakaran ini, tersimpan kisah menegangkan salah seorang saksi mata, Maya. Wanita yang menjadi Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah nomor 17 itu sempat terjebak saat massa secara membabi buta datang.

Kepada wartawan, Maya bercerita bahwa dia sedang bersembunyi karena dilanda ketakutan di lantai dua. "Saya ditolong sama yang masuk. Mereka gedor-gedor pintu rumah bawah pas saya lagi di atas," katanya, Jumat (29/8/2025). Maya, yang sudah sembilan tahun bekerja di rumah tersebut dan terbiasa dengan demo di dekat sana, tak menyangka kali ini massa akan bertindak seberingas itu dengan membakar rumah. "Kedengaran teriak di luar gitu tapi kan ga tahu ada kebakaran. Pas udah kunci semua pintu saya ke atas. Nah ga lama itu ada orang gedor-gedor," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemilik rumah tidak berada di Bandung, lebih sering di Jakarta, dan rumah tersebut selama ini juga digunakan untuk kamar kos. Lebih memilukan lagi, Maya menyebut ada puluhan kucing yang berada di rumah ini dan belum sempat diamankan. Wajah kepanikan Maya saat berbincang dengan wartawan menjadi gambaran jelas trauma yang dialaminya pasca-insiden tragis tersebut.

Puing-puing Mess MPR RI bukan hanya sekadar sisa bangunan, tetapi juga simbol kerugian materiil dan trauma psikologis yang ditinggalkan oleh amuk massa.




(tya/tey)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads