Hewan Raksasa yang Dianggap 'Mitos' Ini Ditemukan di Chili

Hewan Raksasa yang Dianggap 'Mitos' Ini Ditemukan di Chili

Roshma Widiyani - detikJabar
Sabtu, 30 Agu 2025 21:00 WIB
Paus gigi sekop
Paus gigi sekop (Foto: CNN)
Bandung -

Hingga tahun 2025, paus bergigi sekop atau spade toothed whale tetap menjadi salah satu mamalia laut paling langka di dunia. Mengutip laporan dari situs The Travel, hanya ada enam individu dari spesies ini yang tercatat sejak abad ke-19. Lima di antaranya ditemukan di perairan sekitar Selandia Baru, sementara satu lainnya teridentifikasi di Pulau Robinson Crusoe, lepas pantai Chili.

Kelangkaannya membuat spesies ini sempat dianggap sebagai makhluk mitos. Oleh karena itu, penemuan individu baru pada pertengahan tahun 2024 menjadi sorotan besar sekaligus menandai penemuan paus bergigi sekop ketujuh yang berhasil didokumentasikan manusia.

Paus dengan nama latin Mesoplodon traversii ini terdampar seorang diri di sebelah tenggara Selandia Baru. Tepatnya dekat desa nelayan Taieri Mouth di Pantai Otago tanpa ada seekor paus sejenis di dekatnya. Paus jantan ini sudah mati saat ilmuwan datang untuk melihat dan memeriksanya dari dekat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan panjang tubuh 5 meter, ilmuwan langsung mengerahkan alat berat untuk mengangkut hewan ini dengan hati-hati. Paus ini nantinya akan diteliti lebih lanjut untuk mengetahui lebih banyak perihal hewan ini. Spesimen hewan akan disimpan dan meningkatkan pustaka terkait paus bergigi sekop.

Penemuan Paus Bergigi Sekop di Selandia BaruPenemuan Paus Bergigi Sekop di Selandia Baru Foto: Department of Conservation (New Zealand)

"Paus bergigi sekop adalah mamalia besar dengan info paling minim di era modern ini," kata Gabe Davies perwakilan dari Department of Conservation Otago di Selandia Baru.

ADVERTISEMENT

Selama hidup, paus ini hidup di perairan yang lebih dalam di wilayah Samudra Pasifik bagian selatan. Nama traversii adalah penghormatan bagi naturalis Henry Travers dari New Zealand. Spesies langka ini menyimpan informasi penting yang segera diperoleh ilmuwan.

Sosok Komplit Paus Bergigi Sekop

Riset terkait sosok komplit paus bergigi sekop ini telah dimulai sejak tahun 1872, saat kali pertama ditemukan. Studi ini menggunakan spesimen rahang bawah lengkap dengan gigi dan pecahan tengkorak dari paus bergigi sekop, yang ditemukan pada 1872 dan 1950.

Salah satu hasilnya adalah rangkaian DNA yang menjadi salah satu info paling berharga. Sample DNA inilah yang digunakan untuk mengidentifikasi pasangan ibu dan anak paus bergigi sekop. Keduanya ditemukan tahun 2010 di Pantai Opape dekat Whakaari (White Island).

Awalnya induk dan anak laki-lakinya yang mati terdampar ini diidentifikasi sebagai paus moncong abu-abu biasa (Mesoplodon grayi). Hasil analisis pada lapisan jaringan menyatakan DNA keduanya paus bergigi sekop, salah satu hewan paling langka di dunia.

Terkait paus bergigi sekop yang ditemukan pada 2024, analisis mendalam dilakukan Invermay AgResearch Centre melalui kolaborasi berbagai bidang ilmu. Paus bergigi sekop ini ternyata penyelam laut dalam dari famili Ziphiidae. Paus ini juga punya organ spesial yang tak ditemukan di spesies lain.

Paus bergigi sekop punya sirip kecil untuk mencari makan berupa cumi-cumi dan ikan kecil di laut dalam. Hewan ini juga punya 9 ruang perut untuk menyimpan bagian cumi-cumi yang belum diolah pencernaan dan cacing parasit. Organ unik lainnya adalah bagian laring yang menghasilkan suara unik khas paus.

Hasil riset juga menyatakan, paus bergigi sekop yang ditemukan tahun 2024 mengalami cedera di bagian kepala. Cedera inilah yang berperan besar dalam kematian paus saat terdampar di pantai. Hasil ini sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga berhati-hati saat di laut untuk menjaga lingkungan tetap lestari.

Artikel ini telah tayang di detikTravel

(yum/yum)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads